BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (25/5/2026) diperkirakan masih bergejolak. Investor diperkirakan masih bersikap hati-hati di tengah ketidakjelasan implementasi berbagai kebijakan baru Pemerintah.
IHSG diperkirakan bergerak pada resistance 6.250, pivot 6.100, dan support 6.000. Saham-saham yang diunggulkan pada perdagangan sepanjang pekan ini adalah UNVR, BBRI, ESSA, WIFI, MBMA, dan ADRO.
“Secara teknikal, IHSG diperkirakan akan bergerak mixed pada kisaran 6.000-6.250, di pekan ini,” demikian riset Phintraco Sekuritas, yang dirilis Senin (25/5/2026).
Kehati-hatian ini dipicu oleh ketidakpastian terwujudnya perjanjian damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Pada Minggu (24/5/2026), Presiden AS Donald Trump menyatakan telah menginstruksikan para negosiator AS untuk “tidak terburu-buru mencapai kesepakatan” dengan Iran dan kedua pihak “harus meluangkan waktu dan melakukannya dengan benar.” Trump juga mengatakan bahwa perjanjian tersebut “bahkan” belum “sepenuhnya dinegosiasikan.”
Komentar Trump muncul sehari setelah ia mengatakan bahwa nota kesepahaman tentang kesepakatan perdamaian antara Washington dan Teheran telah “sebagian besar dinegosiasikan” setelah melakukan panggilan telepon dengan beberapa pemimpin negara-negara Timur Tengah.
Sementara itu, indeks harga saham di Bursa Wall Street ditutup menguat, pada Jumat (22/5/2026). Faktor positif berasal dari indikasi kemajuan dalam upaya perdamaian untuk mengakhiri konflik Timur Tengah dan laporan keuangan triwulanan dari produsen chip Nvidia dan peritel besar Walmart.
Pada awal pekan indeks sempat tertekan karena kenaikan imbal hasil (yield) obligasi Pemerintah AS akibat kekhawatiran kenaikan inflasi dan suku bunga.
Namun koreksi harga minyak menyusul laporan adanya negosiasi AS dan Iran untuk kemungkinan mengakhiri perang, telah meredakan kekhawatiran meningkatnya inflasi. Indeks Michigan’s Sentiment turun ke 44,8 di Mei dibandingkan 49,8 pada April, angka terendah yang pernah tercatat, akibat kecemasan meningkatnya inflasi.
Di sisi lain, Trump, pada Jumat (22/5/2026) melantik Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed. Warsh mengambil alih kepemimpinan The Fed disaat inflasi konsumen dan produsen AS mengalami dampak besar akibat lonjakan harga minyak karena konflik Timur Tengah. Harga bensin di SPBU naik signifikan, sehingga menekan rumah tangga di negara itu.
Trump menyatakan bahwa kesepakatan sedang disusun untuk membuka kembali Selat Hormuz, namun kantor berita Iran membantah klaim itu. Media pemerintah Iran melaporkan bahwa puluhan kapal telah melintasi Selat Hormuz di bawah pengawasan Iran.
Perkembangan seputar kesepakatan AS-Iran dan dampaknya pada harga minyak, masih akan berpengaruh bagi pasar global. Data ekonomi AS yang akan dicermati pekan ini di antaranya PCE price index, durable goods orders, dan estimasi kedua produk domestik bruto (PDB) Kuartal I-2026. Pada Senin (25/5/2026), Bursa Wall Street akan libur Memorial Day.
Dari dalam negeri dilaporkan bahwa diperkirakan pelaku pasar akan mengantisipasi rebalancing MSCI pada akhir bulan ini, pada kurun waktu pekan perdagangan yang singkat. (nov)


