IHSG Diprediksi Masih Bergerak Datar

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (29/4/2026) diperkirakan  belum menunjukkan tanda-tanda penguatan seiring meningkatnya ketidakpastian dan harga minyak mentah.

Riset Phintraco Sekuritas menyatakan bahwa IHSG diprediksi bergerak pada resistance 7.200, pivot  7.100, dan support  7.000.  Adapun saham-saham yang direkomendasikan untuk dibeli adalah  GJTL, HMSP, BBNI, RMKE, dan WIIM.

“Diperkirakan IHSG berpotensi menguji level psikologis di 7000, seiring meningkatnya ketidakpastian dan berlanjutnya kenaikan harga minyak mentah,” demikian riset Phintraco Sekuritas.

Sebelumnya, IHSG ditutup melemah di level 7.072,39 atau turun  0,48%  pada perdagangan Selasa (28/4/2026).  Mayoritas indeks di bursa Asia juga ditutup melemah, di tengah ketidakpastian penyelesaian konflik di Timur Tengah.

Secara teknikal, pembentukan histogram negatif MACD IHSG berlanjut dan Stochastic RSI memasuki area oversold. IHSG sempat mendekati gap down di 7.022.

Pemerintah akan memberikan insentif berupa pembebasan bea masuk atau tarif 0% bagi impor LPG hingga produk plastik selama enam bulan. Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi beban masyarakat dan inflasi seiring kenaikan harga kedua komoditas tersebut di tengah ketegangan di Timur Tengah yang berkepanjangan.

Saat ini, tarif bea masuk LPG tercatat 5%, dengan adanya kebijakan baru  impor LPG tidak akan dikenakan bea masuk mulai Mei 2026. Pemerintah juga memperluas jenis produk plastik akan dikenakan tarif bea masuk sebesar 0%.

Investor akan menantikan hasil pertemuan the Fed dan komentar Chairman The Fed, yang akan dirilis pada Rabu waktu AS. Data ekonomi AS yang akan dirilis pekan ini diantaranya data building permits, durable goods orders dan housing starts (29/4/2026), serta indeks PCE prices dan produk domestik bruto (PDB) Kuartal I-2026 pada Kamis (30/4/2026).

“Investor  juga mencermati earning season Kuartal I-2026 dan maraknya aksi korporasi emiten, termasuk dividen dan right issue,” demikian riset Phintraco Sekuritas. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Capai Kesepakatan Damai, AS Bakal Rehabilitasi Ekonomi Iran Senilai US$300 Miliar

BRIEF.ID - Amerika Serikat (AS) bersama mitra di kawasan...

Simak, 5 Kebijakan Pemerintah yang Mampu Meredam Gonjang-Ganjing Rupiah dan IHSG

BRIEF.ID - Gonjang-ganjing pasar keuangan domestik seiring pelemahan rupiah...

Amazon.com Berpotensi Hadapi Gugatan Hukum Komisi Perdagangan Federal AS

BRIEF.ID – Perusahaan teknologi Amazon.com Inc dilaporkan berpotensi menghadapi gugatan...

Harga Minyak Turun ke Level US$ 79,79 per Barel

BRIEF.ID – Patokan harga minyak global pada Selasa (16/6/2026)...