BRIEF.ID – Indeks di Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Selasa (28/4/2026). Koreksi indeks dipicu oleh berlanjutnya kenaikan harga minyak mentah dan laporan yang menunjukkan kelemahan OpenAI.
Dilaporkan, OpenAI gagal mencapai targetnya untuk jumlah pengguna baru dan pendapatan, sehingga memicu kekhawatiran tentang bagaimana perusahaan rintisan AI itu akan mampu mendukung rencana pengeluaran besarnya.
Sementara itu, laporan media menunjukkan bahwa Presiden AS Donald Trump tidak senang proposal Iran yang akan mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz, tetapi menunda diskusi seputar nuklir. Para mediator di Pakistan mengharapkan AS menerima proposal yang direvisi dari Iran dalam beberapa hari ke depan.
Bank of Japan mempertahankan suku bunga acuannya tetap di level 0,75% pada pertemuan Selasa (28/4/2026), di tengah ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah dan meningkatnya harga energi. Level ini merupakan yang tertinggi sejak September 1995.
BoJ menaikkan perkiraan inflasi inti tahun fiskal 2026 menjadi 2,8% YoY dari sebelumnya 1,9% YoY. BoJ juga menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi tahun fiskal 2026 menjadi 0,5% dari sebelumnya 1%.
Harga minyak menguat lebih dari 3%, pada Selasa (28/4/2026), karena Trump tidak senang proposal damai yang diajukan Iran. Persatuan Emirat Arab (PEA) menyatakan akan keluar dari OPEC mulai 1 Mei 2026, karena krisis energi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Krisis dipicu oleh perang Iran, yang mengungkap perselisihan di antara negara-negara Teluk.
Pada Selasa (28/4/2026), imbal hasil obligasi Pemerintah AS tenor 10 tahun naik 1 bps ke level 4,346%. Harga emas spot melemah 2,4% di level US$ 4,570 per troy ons, akibat pesimisme akan tercapainya negosiasi damai AS-Iran sehingga menimbulkan kekhawatiran inflasi. (nov)


