BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 121 poin di level 6.007,66 atau naik 2,07%, pada Jumat (12/6/2026).
Tercatat, sebanyak 374,6 juta lot saham diperdagangkan dan membukukan nilai transaksi Rp21,65 triliun. Saham-saham top gainers LQ45 adalah AMMN, DEWA, BUMI, INCO, HRTA, CUAN, dan MBMA. Sebaliknya, top losers ISAT, EXCL, SMGR, AKRA, BMRI, ESSA, dan PTBA.
Sektor basic industry paling naik signifikan sebesar 4,85%. Saham-saham sektor ini yang melejit di antaranya IMPC, IMPC, TPIA, BRPT, JPFA, INKP, CPIN, dan TKIM.
Faktor positif eksternal yang mendorong penguatan IHSG, di antaranya ekspektasi terwujudnya kesepakatan damai AS-Iran serta koreksi harga minyak mentah di bawah US$ 90 per barel.
Selain itu, sejumlah sentimen positif dari dalam negeri, di antaranya pernyataan Pemerintah untuk melakukan efisiensi anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menurunkan target pembangunan koperasi desa Merah Putih sebesar 50%.
Nilai tukar Rupiah ditutup menguat 0,72% pada level Rp 17.860 per Dolar AS di pasar spot. Pada pekan depan, investor akan menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), yang akan digelar pada Kamis (18/6/2026). Menurut konsensus, RDG BI akan menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%.
Secara teknikal, MACD membentuk Golden Cross sehingga terjadi pembentukan histogram positif, namun Stochastic RSI berada di area overbought dan berpotensi terjadi Death Cross. Diperkirakan IHSG masih berpotensi menguji level MA20.
“Diperkirakan IHSG berpotensi bergerak pada kisaran support 5.900-6.000 dan resistance 6.150-6.220, pada pekan depan,” demikian riset Phintraco Sekuritas. (nov)


