BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah loyo pada perdagangan awal pekan, Senin (27/7/2026), seiring pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyio, yang menjadi sorotan investor.
Berdasarkan data transaksi antarbank di Jakarta atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, kurs rupiah terpantau melemah ke level Rp17.087 per dolar AS, dibandingkan level Rp17.963 per dolar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah hari ini dibuka melemah tipis 0,05% atau 9 poin ke level Rp17.972 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya di Rp17.963 per dolar AS pada penutupan akhir pekan lalu.
Semetara di pasar spot, nilai tukar rupiah juga terpantau melemah hingga kembali menyentuh level Rp17.800 per dolar AS. Sebelumnya, kurs rupiah membuka sesi perdagangan di pasar spot dengan melemah 0,24% ke level Rp17.986 per dolar AS.
Tak hanya menekan rupiah, pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI, juga dikhawatirkan berdampak negatif bagi instrumen investasi Indonesia lainnya, terutama Surat Berharga Negara (SBN).
Pelemahan rupiah terjadi akibat sentimen domestik seiring pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatannya sebagai Gubernur BI. Meskipun digantikan pejabab karier Deputi Senior Gubernur BI, Destry Damayanti, sebagai Pjs Gubernur BI, kabar pengunduran diri Perry Warjiyo memicu gejolak di pasar keuangan domestik.
Hal itu, membuat rupiah tertekan ke zona merah, meskipun sentimen global berkurang seiring turunnya harga minyak dunia di bawah level US$100 per barel.
Pengunduran diri Gubernur BI, Perry Warjiyo, dinilai mendadak, dan menimbulkan pertanyaan di kalangan investor terkait kemungkinan intervensi pemerintah terhadap independensi BI, maupun kepastian arah kebijakan moneter Indonesia di masa mendatang.
Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi masih melemah akibat tekanan sentimen domestik, dengan bergerak di kisaran level Rp17.800 per dolar AS hingga Rp17.820 per dolar AS (Jea)


