BRIEF.ID – Pasar keuangan merespons positif penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 oleh Presiden Prabowo Subianto. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/8/2026) dan nilai tukar Rupiah bergerak positif.
IHSG ditutup menguat 100,12 poin atau 1,59% ke level 6.401,89, setelah sebelumnya berada di level 6.301,77 pada perdagangan Kamis (13/8/2026). Penguatan ini mencerminkan membaiknya sentimen investor setelah pasar mencermati arah kebijakan fiskal dan target pertumbuhan ekonomi pemerintah dalam RAPBN 2027.
Pada awal perdagangan, IHSG sempat melemah karena investor bersikap wait and see menjelang pidato Presiden. Indeks dibuka di level 6.296,59 dan sempat menyentuh 6.267,40 sebelum berbalik menguat pada sesi pertama.
Respons positif semakin terlihat setelah Prabowo menyampaikan target pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 6%, dengan inflasi ditargetkan 2,5% dan defisit anggaran sebesar Rp671,2 triliun atau 2,4% terhadap PDB.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai penguatan IHSG dan Rupiah menunjukkan respons positif investor terhadap pidato RAPBN Presiden Prabowo.
“Rupiah menguat terhadap dolar AS dan IHSG naik oleh respons positif investor pada pidato RAPBN Presiden Prabowo. Saya melihatnya sebagai cautiously positive,” kata Lukman, Jumat (14/8/2026).
Di pasar valuta asing, Rupiah pada penutupan perdagangan menguat 50 poin atau 0,28% menjadi Rp17.827 per Dolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya Rp17.877 per dolar AS.
Penguatan IHSG juga terjadi di tengah sejumlah sentimen eksternal yang masih menjadi perhatian investor, terutama hasil rebalancing indeks MSCI Agustus 2026. Pelaku pasar masih akan mencermati implementasi kebijakan pemerintah serta perkembangan ekonomi global dalam menentukan arah investasi selanjutnya.
Prabowo dalam pidatonya menegaskan pemerintah akan menjaga disiplin fiskal sekaligus menjalankan kebijakan yang ekspansif, terarah, dan terukur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 6%, dengan total belanja negara sekitar Rp 4.097 triliun dan defisit APBN sebesar 2,4% terhadap PDB. Pemerintah juga mengasumsikan nilai tukar rupiah sebesar Rp17.500 per dolar AS dan imbal hasil SBN tenor 10 tahun sebesar 6,9%.
Respons positif pasar pada perdagangan Jumat (14/8/2026), investor selanjutnya akan menilai konsistensi pemerintah dalam menjalankan berbagai program RAPBN 2027, terutama terkait disiplin fiskal, hilirisasi, investasi, pengelolaan sumber daya alam, serta penguatan daya beli masyarakat. (nov)


