IHSG Berpotensi Technical Rebound, Cermati Saham INCO dan UNTR

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpotensi melakukan technical rebound  ke kisaran 7.550, pada perdagangan Kamis (10/10/2024). IHSG bergerak pada resistance  7.600, pivot  7.550, dan support  7.500]

“Stochastic RSI dan MACD masih cenderung bergerak dalam positive slope sehingga IHSG diyakini akan mempertahankan fase konsolidasinya untuk beberapa waktu kedepan,” demikian hasil riset Phintraco Sekuritas, Kamis (10/10/2024).

Kementerian Keuangan Tiongkok dikabarkan menyiapkan paket stimulus fiskal yang diperkirakan mencapai ¥1-2 triliun di pekan ini (12/10/2024). Melihat pelemahan signifikan SSEC (-6.62%) di Rabu (9/10/2024), pasar nampaknya berharap pada stimulus fiskal yang lebih agresif dari Pemerintah Tiongkok.

Risiko fluktuasi harga komoditas energi juga masih membayangi. Eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah nampaknya akan ditentukan oleh hasil pertemuan Pemerintah Israel dengan AS yang tengah berlangsung di Washington DC, Amerika Serikat (AS). Lonjakan harga komoditas energi tidak menguntungkan bagi bank-bank sentral yang mengharapkan berlanjutnya tren penurunan inflasi.

Nilai tukar Rupiah diperkirakan masih sulit bergerak ke bawah Rp15,500/dolar AS dan spekulasi kenaikan harga BBM subsidi masih akan membayangi untuk beberapa waktu kedepan.

Pelaku pasar mencermati pergerakan saham INCO, MDKA, MBMA, PGEO, dan UNTR.

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Dampak Bencana Akhir 2026, LPEM FEB-UI: Potensi Kerugian Ekonomi Rp332 Triliun

BRIEF.ID - Dampak bencana alam berupa banjir dan longsor,...

BNP Paribas Prediksi Harga Emas Dunia Tembus US$6.000 per Troy Ounce Tahun Ini

BRIEF.ID - BNP Paribas memprediksi harga emas dunia masih...

Kinerja Hilirisasi Industri Baja Topang Pertumbuhan Ekonomi

BRIEF.ID – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kinerja hilirisasi...

Indonesia Daily Brief (February 13, 2026)

TOP NEWS Tempo — Indonesia’s benchmark IHSG slipped 0.31 percent...