IHSG Bergerak Fluktuatif, Investor Wait and See Suku Bunga The Fed

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak fluktuatif pada perdagangan hari ini, Selasa (28/7/2026), seiring investor menerapkan sikap wait and see (menunggu) arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Pada akhir sesi I perdagangan saham hari ini, IHSG ditutup di zona merah, melemah tipis 0,04% atau 2,62 poin ke level 6.183. Sebelumnya di awal sesi I perdagangan, IHSG dibuka melemah 0,17% atau 10,58 poin ke posisi 6.175.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif sebelum akhirnya ditutup di zona merah, dengan menyentuh level tertinggi 6.199, dan level terendah di 6.146.

Adapun volume saham yang ditransaksikan sepanjang sesi I perdagangan mencapai 14,848 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 922.709 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp5,227 triliun.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 332 saham naik harga, 255 saham turun harga, dan 208 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Meski lebih banyak saham yang naik harga, IHSG tetap berada di zona merah karena tingginya tekanan jual terhadap saham-saham berkapitalisasi besar di sektor keuangan dan energi.

Saham-saham yang mengalami penurunan harga, dan menekan IHSG, antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Adaro Resources Indonesia Tbk (ADRO), dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).

Harga saham BBCA terpantau turun 0,40% atau Rp25 menjadi Rp6.275 per lembar, sedangkan BBNI melemah 0,28% atau Rp10 menjadi Rp3.510 per lembar.

Sementara harga saham ADRO terkoreksi 1,19% atau Rp30 menjadi Rp2.490 per lembar, dan BREN turun 1,73% atau Rp60 menjadi Rp3.400 per lembar.

Pelemahan IHSG masih dipengaruhi pergerakan rupiah, yang terus tertekan seiring sentimen pengunduran diri Gubernur Bank Indoensia, Perry Warjiyo.

Pengumuman pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur BI, Senin (27/7/2026), membuat nilai tukar rupiah Jisdor (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate) ditutup melemah di level Rp18.002 per dolar AS. Pelemahan rupiah terus berlanjut pada perdagangan hari ini, bahkan telah menyentub level Rp18.100 per dolar AS.

Tekanan terhadap IHSG juga dipengaruhi sikap wait and see investor terhadap hasil rapat FOMC The Fed, yang berlangsung 28-29 Juli 2027, di mana arah kebijakan suku bunga acuan atau Fed Funds Rate (FFR) menjadi sorotan.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi bergerak volatil dengan kecenderungan melemah terbatas di kisaran level support 6.130 hingga level resistance 6.200. (Jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Kejaksaan Agung Siapkan Operasional 7 Kejari Baru

BRIEF.ID – Kejaksaan Agung (Kejagung) mulai menyiapkan langkah operasional...

Rupiah Merosot ke Level Rp18.100 per Dolar AS, Investor Cermati Arah Kebijakan BI

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah merosot ke level...

Harga Minyak Dunia Anjlok di Bawah US$90 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah Mereda

BRIEF.ID - Harga Minyak Dunia anjlok di bawah level...

BEI Evaluasi Konstituen LQ45, IDX30, dan IDX80, Berlaku Efektif 3 Agustus 2026

BRIEF.ID – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan evaluasi...