Bulog Gandeng TNI Salurkan Bantuan Beras kepada 33,2 Juta Penerima

BRIEF.ID – Perum Bulog menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mempercepat penyaluran Bantuan Pangan Pemerintah kepada 33,2 juta penerima.

Langkah itu dilakukan di tengah upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan sekaligus mengantisipasi potensi El Nino dan kebutuhan masyarakat menjelang Natal serta Tahun Baru 2027.

Direktur Utama Perum Bulog, Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan bahwa kolaborasi dengan TNI dibutuhkan untuk memperluas jangkauan distribusi, terutama di wilayah yang membutuhkan dukungan logistik lebih kuat.

“Kami siap bergerak lebih cepat dan lebih masif. Sinergi dengan TNI sangat penting untuk memastikan Bantuan Pangan Pemerintah dapat segera diterima masyarakat di seluruh wilayah,” tutur Ahmad dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (11/9).

Koordinasi itu dilakukan Ahmad bersama Kepala Staf Teritorial TNI Letnan Jenderal Bambang Trisnohadi di Markas Besar TNI, Cilangkap, Kamis (10/9/2026). Pertemuan membahas penguatan kerja sama Bulog dan jajaran TNI dalam mempercepat penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Bagi pemerintah, percepatan distribusi menjadi salah satu pekerjaan penting karena stok beras yang telah disiapkan tidak otomatis menjamin bantuan diterima oleh kelompok sasaran. Efektivitas program pada akhirnya akan sangat bergantung pada kelancaran distribusi hingga tingkat penerima manfaat.

Ahmad menegaskan dukungan TNI di berbagai daerah juga diharapkan dapat membantu memastikan proses penyaluran berlangsung lebih lancar. Namun, keterlibatan banyak institusi juga menuntut koordinasi dan pengawasan yang ketat agar distribusi tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran.

“Kami ingin memastikan bahwa beras yang sudah disiapkan Pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang menjadi penerima manfaat. Bulog tidak bisa bekerja sendiri dan TNI merupakan salah satu mitra strategis dalam memperluas jangkauan penyaluran,” kata Ahmad.

Percepatan itu sejalan dengan dukungan ke Presiden Prabowo Subianto terhadap hasil rapat koordinasi terbatas ihwal pangan. Pemerintah juga menyiapkan tambahan Bantuan Pangan untuk periode Oktober-Desember 2026 dengan total kuantum mencapai 1 juta ton beras.

Bantuan tersebut ditujukan kepada 33,2 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang mencakup kelompok Desil 1 hingga Desil 4. Menurutnya, besarnya cakupan penerima membuat distribusi menjadi tantangan tersendiri, terutama untuk memastikan bantuan diterima oleh kelompok masyarakat yang menjadi sasaran kebijakan.

Selain bantuan pangan, menurut Ahmad, pemerintah juga menyetujui tambahan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 1 juta ton untuk periode September 2026 hingga Maret 2027.

“Kebijakan ini diarahkan untuk menjaga ketersediaan beras sekaligus membantu stabilisasi pasokan dan harga di pasar,” ujarnya.

Pemerintah juga menambah alokasi Jagung SPHP sebanyak 150.000 ton yang diperuntukkan bagi peternak mikro, baik ayam pedaging maupun ayam petelur. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan bahan baku pakan di tengah kebutuhan sektor peternakan.

Di sisi lain, pemerintah mendorong hilirisasi beras dengan memanfaatkan sekitar 380.000 ton beras yang memiliki usia simpan lebih dari 10 bulan atau mengalami penurunan mutu. Beras itu direncanakan menjadi bahan baku tepung beras untuk mendukung kebutuhan industri dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya mengandalkan distribusi bantuan untuk menjaga ketahanan pangan, tetapi juga berupaya mengelola stok beras yang mengalami penurunan mutu.

Meski demikian, pelaksanaan hilirisasi tetap membutuhkan pengawasan agar pemanfaatan stok berjalan sesuai standar dan tidak mengganggu kualitas pangan yang beredar.

Ahmad mengatakan rangkaian kebijakan tersebut menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan pangan. Bulog, kata dia, bertugas memastikan seluruh penugasan dapat dilaksanakan secara tertib dan tepat sasaran.

“Kami akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh stakeholder agar distribusi berjalan cepat, masif, tertib, dan tepat sasaran,” tegasnya. (ayb)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Shin Tae-yong Kembali ke SUGBK, Persija vs Persib Jadi Duel Sarat Gengsi

BRIEF.ID - Shin Tae-yong akan kembali menginjakkan kaki di...

MotoGP Mandalika 2026, Shuttle Bus Gratis Siap Dukung Mobilitas Penonton

BRIEF.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui...

IHSG Anjlok ke Level 6.400 Imbas Data Inflasi Produsen AS

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Menhub Prihatin Lima Jurnalis Hilang Kontak di Gunung Anak Krakatau

BRIEF.ID – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyampaikan keprihatinan...