BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berbalik arah ke zona hijau imbas harga minyak dunia turun seiring melimpahnya cadangan minyak Amerika Serikat (AS).
Pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Rabu (16/9/2027), IHSG ditutup menguat 0,36% atau 22,94 poin ke level 6.484. Sebelumnya pada awal perdagangan hari ini, IHSG dibuka melemah 0,11% atau 7,24 poin ke posisi 6.453.
Selama 3 jam sesi I perdagangan yang berakhir pada pukul 12:00 waktu JATS, IHSG terpantau lebih banyak bergerak di zona hijau, dengan menyentuh level tertinggi di 6.535, dan level terendah di 6.445.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 303 saham naik harga, 272 saham turun harga, dan 211 saham tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Volume saham yang ditransaksikan sepanjang sesi I perdagangan mencapai 13,623 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.033.732 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp6,239 triliun.
Melonjaknya IHSG dipicu penurunan harga minyak dunia jenis Brent yang menjadi acuan global ke level US$107 per barel. Meskipun turun tipis, penurunan harga minyak dunia diperkirakan berlanjut seiring melimpahnya cadangan minyak AS.
Hal itu, berdampak pada lonjakan harga saham sektor energi di BEI. Harga saham PT Medco Energi International Tbk (MEDC) naik 0,96% atau Rp15 menjadi Rp1.580 per lembar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melesat 3,66% atau Rp170 menjadi Rpo4.810 per lembar, dan PT Alamtri Resources Indonesia tbk (ADRO) melonjak 2,70% atau Rp70 menjadiRp2.660 per saham.
Meski demikian, tekanan terkait kenaikan suku bunga Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) terhadap IHSG masih membayangi. Hal itu, sudah terlihat pada pelemahan rupiah, dan merosotnya penawaran lelang Surat Utang Negara (SUN).
Konsensus pasar memperkirakan rapat Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed akan menaikkan FFR sebanyak 25 basis poin (bps) menjadi 3,75%-4%, dengan peluang mencapai 92,4%.
Sementara berdasarkan FedWatch, pelaku pasar bulat bahwa The Fed akan menaikkan FFR sebesar 25 bps , dengan perkiraan mencapai 100%.
FOMC The Fed melakukan rapat selama dua hari, pada 15-16 September 2026. Hasil rapat FOMC The Fed akan diumumkan pada Rabu (16/9/2026) malam atau Kamis (17/9/2026) dini hari WIB.
Terkait dengan itu, IHSG diperkirakan bergerak variatif dengan kecenderungan menguat terbatas di kisaran level support 6.450 hingga level resistance 6.550. (Jea)


