BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pullback minor pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (6/8/2026). IHSG ditutup melemah 7,43 poin atau 0,12% ke level 6.343,71 setelah mencatat penguatan dalam beberapa sesi sebelumnya.
Pelemahan IHSG dipicu aksi ambil untung (profit taking) pada sejumlah saham, terutama di sektor properti. Indeks sektor properti mencatat koreksi terdalam dengan penurunan 0,70%.
Di tengah pelemahan pasar, sektor energi menjadi penopang utama dengan membukukan kenaikan tertinggi sebesar 1,43%, seiring masih kuatnya minat investor terhadap saham-saham berbasis komoditas.
Sementara itu, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat 0,06% ke level Rp17.923 per Dolar AS. Penguatan Rupiah didorong sentimen positif dari tercapainya kesepakatan antara Iran dan Oman mengenai rute pelayaran di Selat Hormuz, yang meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan distribusi energi global.
Dari sisi teknikal, pergerakan IHSG menunjukkan sinyal konsolidasi. Indikator Stochastic RSI mulai mendekati area overbought, sementara volume jual meningkat, mengindikasikan mulai munculnya tekanan jual jangka pendek.
Meski demikian, tren penguatan belum sepenuhnya berubah. Histogram MACD masih berada di area positif dan posisi IHSG tetap bertahan di atas rata-rata pergerakan (moving average/MA) 5 hingga MA50, yang mengindikasikan tren naik masih terjaga.
Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran 6.300–6.400 pada perdagangan Jumat (7/8/2026). Pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati perkembangan sentimen global, termasuk dinamika geopolitik di Timur Tengah, serta pergerakan nilai tukar Rupiah sebagai katalis pergerakan pasar. (nov)


