Harga Minyak Dunia Stagnan, Pasar Menanti Kejelasan Kesepakatan AS-Iran

BRIEF.ID – Harga minyak dunia bergerak cenderung stagnan pada perdagangan Kamis (6/8/2026), setelah mengalami penurunan tajam pada awal pekan. Pelaku pasar masih menunggu perkembangan kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang berpotensi memulihkan aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz, jalur vital bagi perdagangan energi global.

Harga minyak mentah Brent sebagai acuan global tercatat stabil di level US$ 79,48 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) turun tipis 0,1% menjadi US$ 75,12 per barel.

Kedua kontrak minyak itu membukukan penurunan lebih dari 10% dalam sepekan terakhir seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan.

Sentimen pasar membaik setelah Iran mengumumkan telah mencapai kesepakatan dengan Oman mengenai koordinat usulan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Jalur pelayaran itu merupakan salah satu rute energi paling strategis di dunia yang menyalurkan sekitar seperlima perdagangan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) global sebelum konflik Iran pecah, pada akhir Februari.

Pelaku pasar masih berhati-hati karena kesepakatan tersebut belum berarti Selat Hormuz akan kembali dibuka sepenuhnya. Sejumlah isu penting, termasuk tarif pengiriman, mekanisme inspeksi kapal, dan pengaturan keamanan, masih menjadi bagian dari proses negosiasi.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam rapat umum di Las Vegas pada Rabu (5/8/2026) bahwa Washington masih melakukan pembicaraan dengan Teheran dan akan terus memantau perkembangan negosiasi tersebut. Namun, Iran secara terbuka membantah adanya pembicaraan damai yang sedang berlangsung dengan AS.

Analis ING menilai arah hubungan antara AS dan Iran akan menjadi faktor utama yang menentukan pergerakan harga minyak dalam jangka pendek.

“Faktor penentu utamanya kini adalah arah pembicaraan AS-Iran, karena kemajuan yang berarti dalam hal tersebut sangat penting sebelum arus energi yang terganggu dapat benar-benar pulih kembali,” tulis analis ING dalam risetnya. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,47% di Kuartal III 2026, Kontributor Terbesar Konsumsi Rumah Tangga

BRIEF.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi...

IHSG Melesat ke Level 5.000 Ditopang Pertumbuhan Ekonomi 5,47% di Kuartal III 2026

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Rupiah Menguat ke Bawah Level Rp18.100 per Dolar AS Dipicu Penurunan Tajam Harga Minyak Dunia

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah menguat ke bawah...

Harga Minyak Dunia Anjlok ke Bawah Level  US$100 per Barel Dipicu Hasil Pemilu Sela AS

BRIEF.ID - Harga minyak dunia anjlok ke bawah level...