BRIEF.ID – Harga minyak ditutup lebih rendah pada Selasa (9/6/2026) di tengah kewaspadaan investor menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang menyatakan akan menanggapi serius serangan Iran, yang menembak jatuh helikopter Amerika. Patokan minyak mentah sebelumnya telah turun karena meredanya ketegangan di Timur Tengah dan harapan akan kesepakatan perdamaian antara Washington dan Teheran.
Pada Rabu (10/6/2026) dini hari, harga minyak mentah Brent berjangka yang berakhir pada Agustus, turun 2,9% menjadi US$ 91,49 per barel, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate AS berjangka yang berakhir pada Juli turun 3,4% menjadi US$ 88,18 per barel.
Harapan terjadinya de-eskalasi di Timur Tengah mendapat pukulan besar setelah Trump mengatakan Iran telah menembak jatuh helikopter Apache AS, saat berpatroli di atas Selat Hormuz.
“Ada dua pilot yang terlibat, keduanya selamat dan tidak terluka. Meskipun demikian, Amerika Serikat harus, tentu saja, menanggapi serangan ini,” kata Trump yang diunggah di media sosial Truth Social.
Komando Pusat AS sebelumnya mengatakan sebuah helikopter Apache jatuh di dekat pantai Oman dan bahwa dua awaknya telah diselamatkan dengan selamat. CENTCOM menambahkan bahwa penyebab insiden tersebut sedang diselidiki.
Janji tanggapan AS tersebut merusak harapan bahwa Washington dan Teheran hampir mencapai kesepakatan damai. Upaya diplomatik tampaknya mengalami perubahan positif setelah Iran dan Israel pada hari Senin mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan serangan terhadap satu sama lain atas operasi militer Israel baru-baru ini di Lebanon terhadap Hizbullah yang didukung Iran. (Investing.com/nov)


