BRIEF.ID – Perusahaan teknologi dirgantara, telekomunikasi, dan kecerdasan buatan (AI), Space Exploration Technologies Corp (SpaceX) milik Elon Musk berhasil menarik investor hingga menghimpun dana lebih dari US$ 250 miliar. Rencananya, harga saham SpeceX sebesar US$ 135 per lembar.
Capaian SpaceX berpotensi menjadi IPO terbesar sepanjang sejarah, menurut laporan Reuters, Rabu (10/6/2026). Masuknya modal yang sangat besar ini jauh melampaui target US$ 75 miliar yang ingin diraih SpaceX.
Tingkat kelebihan permintaan atau oversubscription berkisar tiga setengah hingga empat kali lipat dari ukuran penawaran yang direncanakan. Sumber-sumber yang mengetahui hal ini mengungkapkan, dana-dana long-only telah menempatkan pesanan dalam jumlah besar selama proses pemasaran berlangsung.
Permintaan yang luar biasa ini mencerminkan antusiasme investor yang tinggi terhadap kemampuan peluncuran roket unik perusahaan serta bisnis internet Starlink miliknya.
Elon Musk sempat bergabung dalam pertemuan Zoom bersama calon investor, sementara para eksekutif puncak mengadakan pertemuan makan siang institusional di Morgan Stanley, Manhattan.
SpaceX juga memikat Wall Street dengan mempromosikan peluang pasar senilai US$ 23 triliun untuk penawaran kecerdasan buatan (AI) masa depannya. Perusahaan menekankan bahwa mereka berada dalam posisi unik untuk melepaskan diri dari keterbatasan di bumi dan memanfaatkan luar angkasa guna membangun kapasitas komputasi AI yang sangat besar.
Meski antusiasme sangat tinggi, angka langganan akhir masih bisa berubah sebelum IPO resmi ditetapkan harganya pada Kamis sore. Sumber-sumber tersebut mencatat bahwa indikasi minat tidak menjamin alokasi akhir, terutama karena beberapa investor institusional besar cenderung menyampaikan pesanan mereka di akhir proses.
Bagi investor yang memantau pasar perdana, penawaran bersejarah ini merupakan momen penting bagi perekonomian luar angkasa komersial. Jika momentum saat ini bertahan hingga penetapan harga, debut spektakuler ini akan mengukuhkan SpaceX sebagai raksasa senilai triliunan dolar di garis terdepan industri. (nov)


