BRIEF.ID – Harga minyak dunia kembali melemah pada perdagangan Selasa (4/8/2026). Penurunan terjadi di sesi kedua berturut-turut seiring meningkatnya harapan investor pada kemajuan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berpotensi membuka kembali Selat Hormuz.
Kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober, yang menjadi acuan harga minyak global, turun 6% dan ditutup di US$ 78,72 per barel. Sementara itu, kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September merosot 5,8% menjadi US$ 75,65 per barel.
Sentimen pasar membaik setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa Washington dan Teheran semakin dekat untuk mencapai kesepakatan. Dalam wawancara dengan CNBC, Bessent mengatakan peluang tercapainya kesepakatan sangat terbuka, bahkan bisa terjadi dalam satu hingga dua hari ke depan.
Menurut Bessent, kesepakatan diharapkan dapat membuka kembali Selat Hormuz dan membawa situasi konflik di kawasan menuju kondisi yang lebih normal. Optimisme itu meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah.
Harapan serupa juga datang dari Qatar yang terus berupaya memediasi perundingan antara AS dan Iran. Berdasarkan laporan media, Doha menyatakan proses diplomatik masih berlangsung dengan fokus pada upaya de-eskalasi konflik dan pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Qatar, yang selama ini berperan sebagai mediator regional, juga menyebutkan bahwa rancangan awal ketentuan kesepakatan telah disusun dan diedarkan kepada para pihak yang terlibat dalam negosiasi. Meski belum ada kesepakatan mengenai pembicaraan langsung, seluruh pihak disebut masih berupaya mencari solusi jangka pendek untuk meredakan ketegangan.
Meski demikian, pelaku pasar tetap berhati-hati. Investor masih mencermati berbagai sinyal yang kerap berubah dari Washington maupun Teheran terkait proses negosiasi. Selama belum tercapai kesepakatan resmi, risiko gangguan terhadap pasokan minyak melalui Selat Hormuz dinilai masih membayangi pasar energi global.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia. Sekitar seperlima perdagangan minyak global melewati perairan tersebut, sehingga setiap perkembangan geopolitik di kawasan itu berpotensi memengaruhi harga minyak dunia secara signifikan. (Reuters/nov)


