Harga Emas Menguat, Kekhawatiran Inflasi Mereda

BRIEF.ID – Harga emas dunia menguat pada perdagangan Selasa (4/8/2026), didorong meredanya kekhawatiran inflasi setelah harga minyak kembali melemah. Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati perkembangan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran serta menunggu data pasar tenaga kerja AS sebagai petunjuk arah kebijakan suku bunga.

Pada pukul 19.59 GMT atau pukul 02.59 WIB, harga emas spot naik 0,6% menjadi US$ 4.079,52 per troy ons, sedangkan kontrak berjangka emas menguat 1,1% menjadi US$4.136,34 per troy ons.

Penguatan emas terjadi seiring turunnya harga minyak untuk hari kedua berturut-turut setelah muncul harapan bahwa Selat Hormuz, jalur pelayaran minyak paling strategis di dunia, akan segera dibuka kembali. Pelemahan harga minyak dinilai dapat mengurangi tekanan inflasi sehingga turut memengaruhi ekspektasi investor terhadap arah kebijakan moneter.

Meski menguat, harga emas masih bergerak dalam kisaran sempit, yakni antara US$4.000 hingga US$4.100 per troy ons. Pergerakan tersebut mencerminkan sikap hati-hati investor di tengah ketidakpastian mengenai prospek suku bunga serta dinamika geopolitik di Timur Tengah.

Perhatian pasar tetap tertuju pada perkembangan negosiasi diplomatik antara Washington dan Teheran. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengatakan kepada CNBC bahwa kedua negara semakin dekat mencapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Menurut Bessent, terdapat peluang kesepakatan dapat tercapai dalam satu hingga dua hari ke depan sehingga situasi konflik di kawasan dapat kembali menuju kondisi yang lebih normal. Pernyataan tersebut memicu optimisme bahwa risiko gangguan pasokan energi global dapat segera mereda.

Harapan serupa juga disampaikan Qatar yang terus memediasi komunikasi antara AS dan Iran. Berdasarkan laporan media, Doha menyebut proses diplomatik masih berlangsung dengan fokus pada deeskalasi konflik serta pembukaan kembali Selat Hormuz.

Qatar mengungkapkan bahwa rancangan awal kesepakatan telah disusun dan diedarkan kepada para negosiator. Meski belum ada keputusan mengenai perundingan langsung, seluruh pihak disebut masih berupaya mencapai solusi jangka pendek untuk meredakan ketegangan di kawasan.

Selain perkembangan geopolitik, investor kini menantikan rilis data ketenagakerjaan AS yang diperkirakan akan menjadi salah satu indikator penting bagi langkah Federal Reserve dalam menentukan arah suku bunga.

Prospek penurunan suku bunga umumnya menjadi sentimen positif bagi emas karena menurunkan biaya peluang (opportunity cost) memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil tersebut. (Reuters/nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Harga Minyak Turun di Tengah Harapan Tercapainya Kesepakatan AS-Iran

BRIEF.ID – Harga minyak dunia kembali melemah pada perdagangan...

IHSG Berpeluang Lanjutkan Tren Penguatan, Investor Cermati Data Pertumbuhan Ekonomi

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan...

Wall Street Cetak Rekor, Palantir dan Caterpillar Pimpin Penguatan

BRIEF.ID – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall...

Wall Street Cetak Rekor Baru, Reli Saham AI Berlanjut

BRIEF.ID – Bursa saham Wall Street, New York, Amerika...