BRIEF.ID – Harga emas memangkas penguatannya pada perdagangan Kamis (6/8/2026), namun tetap bertahan di dekat level tertinggi dalam tujuh pekan terakhir. Sentimen pasar masih dipengaruhi optimisme pada potensi pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz yang meredakan kekhawatiran inflasi sekaligus mengurangi ekspektasi pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut oleh bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve (The Fed).
Harga emas di pasar spot naik 0,4% menjadi US$ 4.262,54 per troy ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas (Gold Futures) menguat 0,4% ke level US$4.321,65 per ons.
Logam mulia lainnya juga mencatatkan penguatan. Harga perak spot naik 0,2% menjadi US$ 62,17 per troy ons, sedangkan platinum spot melonjak 1,3% ke level US$1.756,50 per troy ons.
Pelaku pasar terus mencermati perkembangan negosiasi terkait Selat Hormuz, yang menjadi salah satu jalur distribusi energi terpenting di dunia. Harapan tercapainya kesepakatan dinilai mampu mengurangi risiko gangguan pasokan energi global, sehingga menekan kekhawatiran terhadap inflasi dan mengubah ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed.
Bertahannya harga emas menunjukkan investor tetap mempertahankan eksposur pada aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik dan prospek kebijakan moneter global. (nov)


