BRIEF.ID – Harga Bitcoin menguat pada perdagangan Kamis (6/8/2026), didorong meningkatnya minat investor pada aset berisiko itu seiring harapan tercapainya kesepakatan pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Arus dana yang membaik ke produk exchange-traded fund (ETF) berbasis Bitcoin juga turut menopang penguatan mata uang kripto terbesar di dunia itu.
Pada pukul 06.18 GMT atau pukul 13.18 WIB, harga Bitcoin naik 0,8% ke level US$64.739,10, mendekati level psikologis US$65.000.
Pergerakan pasar kripto secara keseluruhan masih cenderung terbatas. Sentimen terhadap aset digital belum sepenuhnya pulih setelah koreksi tajam pada awal tahun, sementara sebagian arus modal investor masih beralih ke saham-saham yang terkait dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Di sisi lain, musim laporan keuangan emiten kripto belum mampu memberikan katalis positif bagi pasar. Sejumlah perusahaan membukukan hasil yang kurang menggembirakan, menyusul laporan keuangan Strategy dan Coinbase pada pekan lalu yang mengecewakan ekspektasi investor.
Tekanan juga datang dari Circle, yang sahamnya melemah pada perdagangan Rabu (5/8/2026) malam setelah perusahaan melaporkan pendapatan Kuartal II – 2026 yang berada di bawah perkiraan pasar.
Pelaku pasar kini terus mencermati perkembangan arus dana ke ETF Bitcoin serta dinamika geopolitik di Timur Tengah. Kedua faktor tersebut dinilai akan menjadi penentu arah pergerakan aset kripto dalam jangka pendek. (nov)


