BRIEF.ID – Harga emas spot menguat pada perdagangan Senin (17/8/2026), seiring meningkatnya permintaan investor terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik dan tekanan terhadap pasar keuangan global.
Harga emas spot ditutup naik 0,9% ke level US$ 4.413 per troy ons. Penguatan ini menunjukkan kembali meningkatnya minat investor terhadap emas sebagai aset lindung nilai ketika risiko geopolitik dan ekonomi global meningkat.
Sentimen terhadap emas dipengaruhi perkembangan konflik di Timur Tengah, khususnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait Selat Hormuz. Ancaman gangguan di jalur perdagangan energi itu meningkatkan kekhawatiran bagi pasokan minyak global dan berpotensi memperbesar tekanan inflasi.
Kenaikan harga minyak juga menjadi perhatian pasar karena dapat memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga bank sentral. Kondisi suku bunga dan imbal hasil obligasi menjadi faktor penting bagi pergerakan harga emas karena emas tidak memberikan imbal hasil bunga.
Di tengah ketidakpastian, investor cenderung meningkatkan eksposur terhadap aset yang dianggap relatif aman, termasuk emas. Jika ketegangan geopolitik terus meningkat, permintaan terhadap logam mulia berpotensi tetap kuat.
Pasar kini mencermati perkembangan konflik AS-Iran, pergerakan harga minyak, data ekonomi Amerika Serikat, serta arah kebijakan Federal Reserve (The Fed) untuk menentukan tren harga emas berikutnya. (nov)


