BRIEF.ID – Harga Bitcoin menguat tipis pada perdagangan Senin (3/8/2026) setelah tertekan akibat peretasan terhadap dompet kripto Coldcard dan laporan kinerja kuartalan mengecewakan dari sejumlah perusahaan di industri aset digital.
Mata uang kripto terbesar di dunia itu naik sekitar 0,2% dan diperdagangkan di level US$63.711,6 pada akhir sesi perdagangan.
Sentimen pasar juga mendapat sedikit dukungan dari meredanya ketegangan geopolitik setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa Washington akan melanjutkan perundingan dengan Iran.
Pernyataan itu disampaikan setelah pemerintah AS membatalkan rencana serangan militer yang sebelumnya dijadwalkan pada akhir pekan. Meredanya ketegangan turut mendorong penurunan harga minyak dunia hingga sekitar 5% dan memperbaiki selera investor terhadap aset berisiko, termasuk mata uang kripto.
Namun, pasar kripto masih dibayangi kekhawatiran terkait keamanan aset digital. Perusahaan dompet kripto asal Kanada, Coinkite Inc., mengungkapkan bahwa produk Coldcard, menjadi sasaran peretasan yang mengakibatkan dana milik pengguna berhasil dicuri.
Berdasarkan data Galaxy Research, sekitar US$90 juta dalam bentuk Bitcoin dilaporkan hilang dari lebih dari 4.500 dompet akibat insiden tersebut.
Kasus ini memicu kekhawatiran baru di kalangan investor karena cold wallet selama ini dikenal sebagai salah satu metode penyimpanan aset kripto paling aman. Berbeda dengan hot wallet yang selalu terhubung ke internet, dompet dingin umumnya beroperasi secara offline sehingga lebih terlindungi dari serangan siber.
Meski demikian, laporan awal menunjukkan adanya celah keamanan pada perangkat Coldcard yang memungkinkan pelaku melakukan akses jarak jauh dan membobol sistem penyimpanan tersebut.
Analis menilai insiden ini berpotensi meningkatkan tekanan terhadap industri aset digital, sekaligus mendorong produsen dompet kripto untuk memperketat standar keamanan di tengah meningkatnya adopsi mata uang kripto oleh investor global. (Investing.com/nov)


