Hadapi Penurunan Produksi Blok Rokan, PHR Regional 1 Andalkan Teknologi & Eksplorasi

BRIEF.ID – Penurunan alami produksi (natural decline) dari lapangan-lapangan migas tua masih menjadi tantangan terbesar industri hulu migas Indonesia. Kondisi tersebut turut dihadapi PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 yang mengelola sejumlah lapangan mature, termasuk Blok Rokan yang berproduksi sejak 1952.

Meski menghadapi tekanan penurunan produksi lebih dari 30 persen per tahun di sejumlah lapangan tua, PHR Regional 1 tetap menjadi salah satu penopang utama ketahanan energi nasional. Hingga semester I 2026, perusahaan menyumbang sekitar 31 persen lifting minyak nasional atau setara 177 ribu barel minyak per hari (MBOPD).

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan, Muhamad Arifin, mengatakan menjaga produksi migas dari lapangan tua kini membutuhkan strategi yang jauh lebih kompleks dibandingkan beberapa tahun lalu.

“Menjaga produksi dari lapangan mature membutuhkan upaya yang semakin kompleks. Karena itu kami menjalankan strategi yang tidak hanya mempertahankan baseline produksi, tetapi juga menciptakan sumber pertumbuhan baru agar ketahanan energi nasional tetap terjaga,” tuturnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (4/8).

Menurut Arifin, tantangan tersebut dijawab melalui kombinasi optimalisasi produksi di lapangan eksisting dan pencarian sumber cadangan baru. Dia mengatakan bahwa PHR menerapkan tiga strategi utama, yakni Energy Security, Energy Transition, serta New Business & Strengthening Enablers, yang diterjemahkan ke dalam lima pilar bisnis perusahaan.

Salah satu fokus utama katanya adalah mempertahankan produksi dari lapangan mature melalui penerapan teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) yang mulai diterapkan secara komersial di Minas Area A sejak Desember 2025. Teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan perolehan minyak dari reservoir yang telah lama berproduksi.

Pada saat bersamaan, perusahaan tersebut juga tengah mempercepat eksplorasi pada sejumlah wilayah prospektif seperti Astrea, Pinang East, dan Mustang Hitam. Ketiga area tersebut telah memberikan tambahan produksi sekitar 1.000 hingga 2.000 barel minyak per hari.

Sepanjang semester pertama 2026, PHR Regional 1 membukukan produksi minyak sebesar 178,03 MBOPD dan produksi gas 746,80 MMSCFD. Sementara lifting minyak mencapai 177,47 MBOPD, sedangkan lifting gas tercatat 545,25 MMSCFD.

Untuk memastikan keberlanjutan produksi jangka panjang, perusahaan juga memperkuat eksplorasi. Hingga Juni 2026, PHR Regional 1 telah menyelesaikan tiga sumur eksplorasi, merealisasikan 163 sumur eksploitasi, menambah cadangan terbukti (P1) sebesar 6,26 MMBOE, serta menemukan sumber daya migas kategori 2C sebesar 16,49 MMBOE.

Selain eksplorasi, transformasi digital menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan industri migas. PHR mulai mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), otomasi, hingga pengembangan ekosistem Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS) untuk meningkatkan efisiensi operasi sekaligus mendukung transisi energi.

“Kami meyakini kombinasi inovasi teknologi, investasi yang berkelanjutan, serta eksplorasi agresif akan menjadi kunci menjaga produksi migas nasional di tengah tantangan lapangan mature sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia,” tegas Arifin.

Di bidang keselamatan kerja, PHR Regional 1 juga mencatatkan kinerja positif dengan zero fatality, Total Recordable Injury Rate (TRIR) 0,00, serta membukukan 74,97 juta jam kerja aman hingga Juni 2026.

Dengan semakin menurunnya produksi alami lapangan migas tua, keberhasilan mempertahankan lifting minyak melalui inovasi teknologi, eksplorasi, dan efisiensi operasional menjadi faktor penting dalam menjaga pasokan energi nasional. PHR Regional 1 menilai strategi tersebut akan menjadi kunci agar Indonesia tetap mampu memenuhi kebutuhan energi di tengah tantangan industri migas yang semakin kompleks. (ayb)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Buntut Kasus Keracunan MBG, BGN Copot 137 Kepala SPPG dan Tegaskan Zero Tolerance

BRIEF.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengambil langkah...

Peta Klasemen Grup A Piala AFF 2026: Nasib Indonesia Ditentukan di Laga vs Singapura

BRIEF.ID – Langkah Tim nasional Indonesia untuk melenggang ke...

Indonesia Kirim 432 Atlet di 35 Cabang Olahraga untuk Asian Games 2026

BRIEF.ID – Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) secara resmi...

Imigrasi Tunda 8.287 Keberangkatan WNI Berisiko TPPO Sepanjang 2026

BRIEF.ID – Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi pada Kementerian Imigrasi...