Gelombang Panas Ekstrem Landa Jepang, Suhu Tembus 40 Derajat Celsius

BRIEF.ID – Jepang dilanda gelombang panas ekstrem yang mendorong suhu di sejumlah wilayah mencapai lebih dari 40 derajat Celsius. Japan Meteorological Agency (JMA) telah mengeluarkan peringatan sengatan panas (heatstroke alert) di berbagai prefektur dan mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama pada siang hari.

Menurut JMA, cuaca panas yang melanda Jepang merupakan salah satu yang paling ekstrem pada musim panas tahun ini. Kondisi tersebut meningkatkan risiko sengatan panas, khususnya bagi lansia, anak-anak, dan pekerja yang beraktivitas di luar ruangan.

“Kami meminta masyarakat untuk menggunakan pendingin ruangan tanpa ragu, minum air secara teratur, dan menghindari berada di luar ruangan dalam waktu yang lama,” demikian disampaikan JMA seperti diberitakan Reuters, Kamis (23/7/2026).

Sementara itu, Fire and Disaster Management Agency (FDMA) melaporkan ribuan orang harus mendapatkan perawatan medis akibat gangguan kesehatan yang dipicu suhu ekstrem. Otoritas setempat juga mengonfirmasi adanya korban jiwa yang diduga berkaitan dengan gelombang panas.

Pemerintah Jepang mengimbau masyarakat untuk tetap terhidrasi, menggunakan pendingin ruangan secara bijaksana, mengenakan pakaian yang ringan, serta memanfaatkan pusat-pusat pendinginan (cooling centers) yang telah disediakan pemerintah daerah. Warga juga diminta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala seperti pusing, mual, kejang, atau kehilangan kesadaran akibat sengatan panas.

Selain berdampak pada kesehatan masyarakat, gelombang panas juga meningkatkan konsumsi listrik karena penggunaan pendingin ruangan yang melonjak. Sektor pertanian turut menghadapi ancaman penurunan produktivitas akibat suhu tinggi yang berlangsung dalam waktu lama.

Para ahli iklim menilai meningkatnya frekuensi dan intensitas gelombang panas di Jepang sejalan dengan tren perubahan iklim global. Pemerintah terus memantau perkembangan cuaca dan meminta masyarakat mengikuti informasi resmi dari Japan Meteorological Agency (JMA) guna mengantisipasi risiko yang ditimbulkan oleh suhu ekstrem. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi

BRIEF.ID – Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Selasa...

IHSG Diprediksi Bergerak Sideways dan Cenderung Melemah

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak...

35 Tahun Twilite Orchestra, Dari Jakarta Membawa Penonton ke Opera House Eropa

BRIEF.ID - Ada konser yang selesai ketika musik berhenti....

Korban Keracunan MBG Tembus 43.838 Korban, PBHI Desak Pemerintah Evaluasi Total Program MBG

BRIEF.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menghadapi...