BRIEF.ID – Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Selasa (8/9/2026) pukul 05.08 WIB. Dalam sepekan terakhir, gunung api yang berada di perairan Selat Sunda itu tercatat hanya mengalami satu kali erupsi.
Berdasarkan informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, visual letusan tidak teramati. Namun, erupsi terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 47 milimeter dan durasi 15 detik. Status aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level III atau Siaga.
Berdasarkan pengamatan kegempaan pada 8 September 2026 pukul 18.00–23.59 WIB, tercatat delapan kali gempa low frequency dengan amplitudo 11–47 milimeter dan durasi 4–13 detik.
Selain itu, terjadi tujuh kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 26–48 milimeter dan durasi 12–17 detik. Aktivitas juga mencatat satu kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 2–10 milimeter, dengan amplitudo dominan 5 milimeter.
PVMBG mengimbau masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau maupun beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Sepanjang 2026, MAGMA Indonesia mencatat sebanyak 4.492 letusan atau erupsi gunung api di Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur menjadi gunung api dengan jumlah erupsi terbanyak, mencapai 1.758 kali letusan, sedangkan Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami 125 kali erupsi. (nov)


