IHSG Diprediksi Bergerak Sideways dan Cenderung Melemah

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak sideways dengan kecenderungan melemah pada kisaran 6.500–6.750 dalam perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/9/2026).

Riset Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG memiliki level resistance di 6.700, pivot di 6.600, dan support di 6.500. Saham yang direkomendasikan antara lain INDF, INKP, AKRA, BFIN, dan MNCN.

“Diperkirakan IHSG akan bergerak sideways cenderung melemah dengan menguji level 6.550–6.600 pada perdagangan Selasa (8/9/2026),” demikian riset Phintraco Sekuritas yang dirilis Selasa.

Pada perdagangan Senin (7/9/2026), IHSG ditutup melemah 0,25% ke level 6.619,67. Sementara itu, imbauan penggunaan masker akibat paparan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi sentimen positif bagi saham sektor kesehatan yang naik 0,82%.

Secara teknikal, terjadi death cross pada Stochastic RSI IHSG dan penyempitan histogram positif MACD. Selain itu, IHSG ditutup di bawah level MA5.

Di sisi lain, cadangan devisa Indonesia meningkat menjadi US$146,5 miliar pada Agustus 2026, dibandingkan US$145,3 miliar pada Juli 2026. Posisi tersebut merupakan yang tertinggi sejak Maret 2026.

Peningkatan cadangan devisa didorong oleh kenaikan penerimaan pajak dan jasa serta penarikan utang luar negeri pemerintah. Posisi tersebut juga dinilai mampu mengimbangi pembayaran utang luar negeri dan kebutuhan intervensi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 5,4 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Level tersebut berada di atas standar kecukupan internasional sebesar tiga bulan impor.

Sementara itu, permintaan tambahan anggaran dari kementerian/lembaga (K/L) untuk 2027 mencapai hampir Rp1.000 triliun. Namun, pemerintah tidak dapat memenuhi seluruh permintaan tersebut karena keterbatasan ruang fiskal.

Nilai permintaan tersebut jauh lebih besar dibandingkan tambahan anggaran belanja K/L yang telah disepakati sebesar Rp9,1 triliun. Pemerintah pun perlu melakukan efisiensi anggaran agar defisit tetap berada dalam batas yang telah ditetapkan. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi

BRIEF.ID – Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Selasa...

35 Tahun Twilite Orchestra, Dari Jakarta Membawa Penonton ke Opera House Eropa

BRIEF.ID - Ada konser yang selesai ketika musik berhenti....

Korban Keracunan MBG Tembus 43.838 Korban, PBHI Desak Pemerintah Evaluasi Total Program MBG

BRIEF.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menghadapi...

Prabowo Larang Pembakaran Lahan atas Nama Kearifan Lokal, Pemerintah Siapkan Penegakan Hukum

BRIEF.ID - Pemerintah memperketat langkah pencegahan kebakaran hutan dan...