Fitch Ratings Turunkan Outlook Peringkat Utang Indonesia Jadi Negatif, Lagi-Lagi MBG dan Danantara Disorot

BRIEF.ID – Lembaga pemeringkat utang global, Fitch Ratings, menurunkan proyeksi atau outlook peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif. Meski demikian, Fitch masih mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB atau layak investasi.

“Revisi outlook ini mencerminkan meningkatnya ketidakpastian kebijakan serta kekhawatiran mengenai terkikisnya konsistensi dan kredibilitas bauran kebijakan Indonesia di tengah meningkatnya sentralisasi kewenangan pembuatan kebijakan,” demikian pernyataan resmi Fitch Ratings, pada Rabu (4/3/2026).

Fitch menjelaskan, ketidakpastian dan sentralisasi kewenangan pembuatan kebijakan dapat melemahkan prospek fiskal jangka menengah, dan sentimen investor, serta memberi tekanan pada cadangan eksternal.

Dalam pernyataannya, Fitch menyoroti program-program sosial pemerintah, antara lain makanan bergizi gratis (MBG), yang menyedot  anggaran besar.

Fitch memprediksi pendapatan pemerintah hanya 13,3% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2026 dan 2027, di tengah ketiadaan langkah-langkah untuk memobilisasi pendapatan yang signifikan.

Selain itu, Fitch juga menyoroti ketidakpastian kewenangan dan arah kebijakan investasi dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Danantara yang didirikan dengan misi meningkatkan efisiensi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan mendukung pertumbuhan ekonomi melalui investasi komersial, sejauh ini tidak menunjukkan konsistensi kebijakan dan tidak transparan.

Ketidakpastian Danantara juga terkait apakah mandat pengelolaan dana yang besar dapat diperluas untuk mencakup kegiatan kuasi-fiskal melalui investasi yang dimanfaatkan untuk mendukung prioritas kebijakan pemerintah.

“Hal ini berpotensi mengurangi transparansi fiskal, konsistensi kebijakan, dan meningkatkan risiko kewajiban kontingensi bagi negara,” tulis Fitch.

Keputusan Fitch Ratings menurunkan outlook peringkat utang Indonesia, sejalan dengan penilaian Moody’s pada 5 Februari 202. Moody’s juga menurunkan outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif.

Berdasarkan keterangan resminya, Moody’s menyatakan perubahan outlook ini didorong ketidakpastian kebijakan yang berisiko mengganggu efektivitas dan menandakan melemahnya tata kelola, serta transparansi.

Sama seperti Fitch, Moody’s juga menyoroti besarnya dana Program MBG yang membebani anggaran fiskal, serta transparansi pengelolaan dan kewenangan Danantara. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Greenpeace Kritik Dua Tahun Prabowo-Gibran: Krisis Iklim Bikin Biaya Hidup Makin Mahal

BRIEF.ID - Greenpeace Indonesia mengkritik penanganan krisis iklim selama...

Investasi Rp3.923 Triliun di Era Prabowo, Rakyat Dapat Apa?

BRIEF.ID - Pemerintah mengklaim realisasi investasi Indonesia selama dua...

Dua Tahun Pemerintahan, Prabowo Perkuat Alutsista TNI

BRIEF.ID - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memperkuat alat utama...

Greenpeace Bentangkan Spanduk Krisis Iklim di Bundaran HI, 6 Aktivis Dirawat di Klinik Polda Metro Jaya

BRIEF.ID - Enam aktivis Greenpeace Indonesia dievakuasi dari Monumen...