Penutupan Selat Hormuz, Produksi Minyak Iran Terganggu

BRIEF.ID – Iran, salah satu eksportir minyak terbesar dunia  mengalami gangguan produksi/ekspor akibat perang dan penutupan Selat Hormuz, secara efektif sehingga memangkas volume minyak yang tersedia untuk pasar global.

Iran memproduksi sekitar 3,3 – 3,5 juta barel per hari (bpd) minyak mentah pada awal 2026. Produksi ini mencakup minyak mentah utama, belum termasuk kondensat dan cairan lainnya. Berdasarkan  data OPEC, pada Desember 2025 Iran memompa sekitar 3,19 – 3,26 juta bpd minyak mentah

Dampak penutupan Selat Hormuz  terasa langsung pada pasokan minyak global dan harga energi, yang memicu lonjakan harga serta kekhawatiran pasokan di berbagai negara.

Iran  menghentikan ekspor minyak dan gas melalui Selat Hormuz,  rute vital yang mengangkut sekitar 20% pasokan minyak dunia setelah serangan drone dan ancaman terhadap kapal tanker. Hal ini hampir menghentikan lalu lintas pengiriman energi di kawasan Teluk Persia.

Aksi militer meningkatkan eskalasi konflik antara Iran, AS, dan Israel, yang juga telah menargetkan infrastruktur energi termasuk fasilitas di Arab Saudi dan area strategis lainnya.

Negara tetangga Iran, yakni  Irak juga menurunkan produksinya karena tankers tidak bisa keluar dari Teluk Hormuz.  produksi Irak telah lebih rendah jutaan barel per hari, sinyal bahwa supply kawasan menurun drastis. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Kejagung Ungkap Dugaan Mark Up BGN, Dadan Cs Diduga Gelembungkan Harga Motor Listrik hingga Sepatu

BRIEF.ID — Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap dugaan praktik mark...

Kronologi Penjemputan Dadan, Ludwig, dan Sony: Dua dari Rumah, Satu dari Hotel

BRIEF.ID — Kejaksaan Agung (Kejagung) membeberkan kronologi membawa tiga...

Kejagung Tetapkan Eks Kepala BGN dan Dua Wakilnya sebagai Tersangka Korupsi Program MBG

BRIEF.ID – Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Mantan Kepala Badan...

IHSG Babak Belur, Nilai Tukar Rupiah Terdepresiasi

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan...