Deutsche Bank: Amerika Serikat, Kekuatan Ekonomi dan Geopolitik Terdepan di Dunia

BRIEF.ID – Laporan terbaru Deutsche Bank menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) masih berada pada posisi sebagai kekuatan ekonomi dan geopolitik terdepan di dunia, meskipun menghadapi berbagai tantangan seperti meningkatnya persaingan dari Tiongkok, utang publik yang terus membesar, dan perubahan tatanan global.

Deutsche Bank mengeluarkan laporan itu menjelang peringatan ke-250 tahun Deklarasi Kemerdekaan AS.  Deutsche Bank berpendapat bahwa AS berada dalam posisi yang baik untuk mempertahankan statusnya sebagai kekuatan ekonomi dan geopolitik terdepan di dunia.

Dalam sebuah laporan riset tematik, Deutsche Bank menyatakan  bahwa AS telah berulang kali menunjukkan kemampuannya untuk bangkit lebih kuat dari periode tekanan ekonomi dan politik. Perpaduan kekuatan structural, termasuk kondisi geografis yang menguntungkan, institusi yang stabil, serta pasar modal yang dalam dan toleran terhadap risiko, terus memberikan keunggulan jangka panjang yang sulit ditiru oleh para pesaingnya.

Laporan ini menelusuri faktor-faktor historis di balik kebangkitan Amerika dari sebuah negara yang relatif kecil menjadi kekuatan global yang paling dominan di dunia, dengan menyoroti keunggulan alamiah maupun karakteristik institusional yang telah mendukung pertumbuhan ekonomi dan inovasi jangka panjang.

Deutsche Bank juga mengidentifikasi sejumlah ancaman besar terhadap keunggulan AS yang berkelanjutan. Ancaman tersebut meliputi kebangkitan ekonomi Tiongkok  yang pesat, tekanan yang semakin besar terhadap sistem internasional berbasis aturan yang dibentuk setelah Perang Dunia II, meningkatnya keraguan atas status dolar AS sebagai mata uang cadangan global, serta rasio utang publik terhadap PDB yang diproyeksikan akan mencapai rekor tertinggi dalam beberapa tahun ke depan.

Namun bank ini menyimpulkan bahwa AS kemungkinan besar akan mempertahankan kepemimpinannya berkat keunggulan kompetitif yang saling memperkuat satu sama lain, serta rekam jejak yang terbukti dalam menghadapi krisis. Hal ini ditunjukkan melalui pemulihan pasca-Depresi Besar, stagflasi ekonomi pada era 1970-an, dan Krisis Keuangan Global. (Investing.com/nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Ditutup Menguat di Akhir Pekan

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan...

Rachmat Gobel Meninggal, Surya Paloh Mengaku Sangat Kehilangan

BRIEF.ID – Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh mengenang ...

Jampidsus Pastikan Penanganan Korupsi MBG Tak Berhenti, Pemberkasan Diprioritaskan

BRIEF.ID – Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus)...

IHSG Melaju ke Level 5.900 Ditopang Saham Sektor Konsumsi dan Konstruksi

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...