BRIEF.ID – Demam stiker Piala Dunia adalah fenomena yang hampir selalu muncul setiap kali penyelenggaraan turnamen Piala Dunia. Jutaan penggemar, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, membeli album dan paket stiker resmi untuk mengoleksi gambar pemain, tim nasional, stadion, hingga simbol-simbol turnamen.
Kini, fenomena mengoleksi stiker resmi Panini kembali menjadi bagian dari kemeriahan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko. Panini adalah nama perusahaan asal Italia yang terkenal sebagai produsen utama stiker dan kartu koleksi olahraga, seperti Piala Dunia FIFA, NBA, atau NFL.
Di berbagai negara, paket stiker Panini habis terjual di banyak toko karena para penggemar berlomba-lomba mengisi 980 slot dalam album resmi Piala Dunia 2026, album terbesar yang pernah diterbitkan Panini.
Album edisi 2026 yang memuat 980 stiker, meningkat drastis seiring bertambahnya peserta Piala Dunia 2026 dari 32 menjadi 48 tim. Setiap paket berisi tujuh stiker dan dijual seharga sekitar US$ 2 di Amerika Serikat (AS) atau sekitar £1,25 di Inggris. Karena isi paket bersifat acak, kolektor biasanya harus membeli jauh lebih banyak paket untuk melengkapi album.
Salah satu pemilik Dave and Adam’s Card World, yang memiliki toko di New York dan Eropa, Adam Martin mengaku pernah membawa kotak-kotak stiker Panini dan album Piala Dunia ke balapan Formula 1, pada Mei 2026, tak lama setelah toko koleksinya menerima kiriman dan jauh sebelum turnamen dimulai.
Idenya adalah untuk memberikan kepada teman-teman yang memiliki anak. Tetapi apa yang terjadi selanjutnya sungguh sangat mengejutkannya.
“Ketika saya masuk dengan kotak kartu ini, ratusan orang dari berbagai kepercayaan dan budaya mengatakan sesuatu: Dari mana Anda mendapatkannya? Bagaimana saya bisa mendapatkannya? Stiker Panini itu adalah barang koleksi ikonik yang melampaui kolektor olahraga,” kata Martin dikutip dari Associated Press, Minggu (28/6/2026).

Permintaan Sangat Tinggi
Stiker yang menggambarkan pemain dan tim di Piala Dunia telah ada sejak tahun 1970, ketika empat bersaudara asal Italia membayar US$ 1.000 untuk mendapatkan hak produksi gambar tersebut. Lebih dari 50 tahun kemudian, stiker tersedia dalam berbagai kemasan di seluruh dunia, dan penggemar tua maupun muda tidak hanya membelinya tetapi juga saling bertukar, membantu satu sama lain mengisi album kenangan.
Permintaan yang sangat tinggi mengakibatkan banyak toko kehabisan stok. Sejumlah pengecer bahkan harus melakukan pemesanan ulang beberapa kali, sementara sebagian pesanan baru diperkirakan tiba setelah turnamen berakhir.
Selain stiker reguler, Panini juga menghadirkan stiker edisi langka dengan bingkai berwarna dan versi hitam “1-of-1.” Beberapa kolektor memperkirakan stiker langka bergambar Lionel Messi dapat bernilai hingga US$ 200.000 di pasar koleksi.
Bagi banyak penggemar, daya tarik utama bukan hanya menyelesaikan album, tetapi juga tradisi bertukar stiker dengan sesama kolektor di acara komunitas maupun melalui forum daring. Tradisi ini telah menjadi bagian dari budaya Piala Dunia sejak 1970 dan terus menarik penggemar dari berbagai generasi.
Edisi 2026 juga menjadi salah satu yang paling bersejarah karena merupakan Piala Dunia terakhir yang lisensi album stikernya dipegang Panini. Setelah turnamen ini, hak lisensi resmi koleksi Piala Dunia akan beralih ke perusahaan lain, sehingga banyak kolektor menganggap album 2026 sebagai koleksi yang memiliki nilai nostalgia dan sejarah tersendiri. (nov)


