Cadangan Devisa Turun US$3,7 Miliar Sepanjang Maret 2026 untuk Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

BRIEF.ID – Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa sepanjang Maret 2026 mengalami penurunan, terutama untuk menstabilkan nilai tukar (kurs) rupiah.

Dalam laporan BI pada Rabu (8/4/2026), disebutkan cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar US$148,2 miliar per akhir Maret 2026, turun US$ 3,7 miliar dibandinkan posisi per Februari 2026.

Meskipun pada periode tersebut pemerintah melakukan penerbitan  global bond, dan ada penerimaan pajak dan jasa, cadangan devisa terkikis cukup besar.

Hal itu, disebabkan kebutuhan untuk membayar utang luar negeri dan intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah meningkat tajam sepanjang Maret 2026, seiring konflik geopolitik Timur Tengah yang memanas.

Serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026, yang direspons dengan tembakan rudal balasan serta penutupan Selat Hormuz oleh otoritas Iran, telah membuat dolar AS melonjak tajam, begitu juga harga minyak dunia.

Akibatnya, nilai tukar rupiah tertekan hingga menyentuh level Rp17.000 per dolar AS. BI harus melakukan intervensi di seluruh pasar guna menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

“Penurunan cadangan devisa terjadi di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah. Kebijakan stabilisasi tersebut sebagai respons Bank Indonesia terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat,” demikian laporan BI.

Meski demikian, BI menegaskan posisi cadangan devisa pada akhir Maret masih setara dengan pembiayaan 6 bulan impor atau 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka tersebut berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Dalam laporan tersebut, BI juga menyampaikan keyakinan terhadap ketahanan terhadap faktor eksternal yang tetap terjaga, didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai, serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.

“Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” bunyi laporan BI. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Ambruk ke Bawah Level 6.100, Lebih dari 400 Saham Turun Harga

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Rupiah Hari Ini Turun Lagi ke Level Rp17.900 Jelang Rilis Indeks Keyakinan Konsumen

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika...

Risalah Rapat FOMC The Fed Pertegas Tekanan Inflasi Makin Kuat

BRIEF.ID - Risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC)...

IHSG Jatuh ke Zona Merah Seiring Rilis Data Cadangan Devisa per September 2026

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...