Blokade Selat Hormuz Dibuka, Saham AS Ditutup Menguat dan Harga Minyak Anjlok

BRIEF.ID – Saham-saham di Bursa Efek New York, Amerika Serikat (AS) ditutup menguat  pada  Jumat (17/4/2026) dan harga minyak anjlok tajam,  seiring  meningkatnya tanda-tanda pengenduran permusuhan di Timur Tengah serta pembukaan sementara blokade Selat Hormuz.

Indeks acuan S&P 500 naik 1,2% menjadi 7.125,36 poin, NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi bertambah 1,5% menjadi 24.468,48 poin, dan Dow Jones Industrial Average yang didominasi saham blue-chip naik 1,8% menjadi 49.447,92 poin.

S&P dan Nasdaq ditutup pada rekor tertinggi baru. S&P juga mencatatkan kemenangan beruntun selama tiga minggu di mana ia melonjak luar biasa sebesar 11,9%.

Sementara itu, harga minyak merosot. Harga minyak mentah Brent berjangka, patokan global, terakhir turun 8,7% menjadi $90,71 per barel, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 10,6% menjadi $84,69 per barel.

“Berita tentang pembukaan kembali Selat Hormuz sepenuhnya telah menyebabkan harga minyak anjlok, saham melonjak, dan investor bersorak atas reli hampir dua minggu ini yang dipimpin oleh perusahaan teknologi besar dengan Nasdaq lebih tinggi untuk hari ke-13 berturut-turut yang belum pernah terlihat sejak akhir krisis keuangan pada tahun 2009,” kata Jake Dollarhide, CEO Longbow Asset Management, dikutip dari  Investing.com, Sabtu (18/4/2026).

Kabar Baik

Pembukaan kembali Selat Hormuz adalah kabar baik yang tak terbantahkan sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata,” kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melalui platform X.

Langkah Iran  terjadi sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon. Serangan Israel yang terus berlanjut terhadap target Hizbullah di Lebanon telah menjadi titik permasalahan dalam negosiasi keseluruhan antara Iran dan AS.

Di  media sosial juga Trump mencatat keputusan tentang Selat Hormuz, mengatakan bahwa jalur air vital itu sekarang “SEPENUHNYA TERBUKA DAN SIAP UNTUK DILALUI SEPENUHNYA.” Dalam unggahan lanjutan, ia mengklarifikasi bahwa meskipun selat tersebut terbuka, blokade AS terhadap kapal yang masuk dan keluar pelabuhan Iran akan “TETAP BERLAKU SEPENUHNYA HANYA UNTUK IRAN, SAMPAI TRANSAKSI KITA DENGAN IRAN SELESAI 100%.”

Pembukaan Selat Hormuz, meskipun berlaku sementara, tidak diragukan lagi akan menjadi kabar baik bagi pelaku pasar di berbagai kelas aset, karena penutupan jalur air vital yang dilalui seperlima minyak dan gas dunia menyebabkan gangguan pasokan terbesar dalam sejarah dan membuat harga minyak melonjak.

“Ini jelas merupakan kabar baik. Kuncinya adalah… penurunan harga minyak mentah, dan itu tentu saja menyebabkan pergerakan risk-on pada saham dan kripto bersamaan dengan reli yang solid pada obligasi, yang menguat karena kemungkinan tekanan inflasi yang lebih rendah,” kata Steve Sosnick, kepala strategi di Interactive Brokers.

“Reli akan jauh lebih besar jika sebagian besar hal itu belum tercermin dalam harga saham. Saham telah menguat selama kurang lebih tiga minggu berturut-turut karena jaminan berulang bahwa kesepakatan sudah dekat. Nah, setidaknya kita memiliki kesepakatan sementara, jadi kita mendapatkan respons yang baik, meskipun tidak luar biasa. Setidaknya ini bukan ‘jual berita’ setelah begitu banyak ‘beli rumor’,” tambah Sosnick. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Blokade Selat Hormuz Dibuka, Harga Bitcoin Naik Tembus Angka US$ 77.000  

BRIEF.ID – Harga Bitcoin melonjak hingga menembus angka di...

Presiden Myanmar Min Aung Hlaing Berikan Amnesti Kepada 4.335 Tahanan

BRIEF.ID - Presiden baru Myanmar, Min Aung Hlaing menyetujui...

Film “Siapa Dia” Karya Sutradara Garin Nugroho Raih Penghargaan AFF di Roma

BRIEF.ID – Film “Siapa Dia” karya sutradara Garin Nugroho...

Pramono Anung: Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja di Jakarta Meningkat

BRIEF.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, tingkat...