BI Dorong Pembiayaan Syariah, Perluas Ekspansi Korporasi

BRIEF.ID – Bank Indonesia (BI) mendorong penguatan konektivitas antara industri halal dan industri keuangan syariah untuk memperluas akses pembiayaan korporasi, terutama  dalam mendukung investasi dan ekspansi usaha yang kompetitif, inovatif, dan berkelanjutan.

Penjabat Gubernur Sementara BI, Destry Damayanti mengatakan, penguatan ekosistem ini penting untuk meningkatkan kontribusi industri halal dan keuangan syariah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pembiayaan syariah perlu menjadi pilihan strategis dan kompetitif bagi investasi dan ekspansi korporasi. Untuk itu, perlu dibangun pipeline pembiayaan yang bankable, terukur, dan berkelanjutan, diperkuat pendalaman pasar keuangan syariah dan intermediasi, serta kolaborasi antara korporasi, industri keuangan syariah, regulator, Kementerian/Lembaga, dan asosiasi,” ujar Destry pada  Forum Strategis Pembiayaan Syariah untuk Ekspansi Korporasi bertema “Unlocking Corporate Growth Through Sharia Finance” di Jakarta, dikutip dari laman resmi BI, Kamis (14/8/2026).

Dalam forum tersebut, BI juga menggelar business matching yang mempertemukan 20 Bank Umum Syariah (BUS)/Unit Usaha Syariah (UUS) dengan 51 korporasi untuk menjajaki solusi pembiayaan sesuai kebutuhan usaha.

Destry menekankan pentingnya memperluas kapasitas dan inovasi instrumen pembiayaan, sekaligus memperkuat tata kelola, manajemen risiko, serta pemantauan untuk meningkatkan kualitas pembiayaan korporasi.

Sementara itu, Kepala Badan Ekonomi Syariah Kadin Indonesia, Titi Khoiriah menyampaikan bahwa pembiayaan syariah jangka panjang dengan skema dan tenor yang sesuai diperlukan untuk mendukung ekspansi korporasi.

Ketua Hubungan Bisnis Asbisindo/Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia, Bob Tyasika Ananta menekankan pentingnya pendekatan berbasis ekosistem yang menghubungkan korporasi dengan rantai pasok.

Pendekatan tersebut, kata Ananta, dinilai dapat memperluas pembiayaan modal kerja sekaligus membangun hubungan jangka panjang antara perbankan syariah dan dunia usaha.

Perluasan pembiayaan syariah didukung oleh kinerja industri yang terus meningkat. Hingga Juni 2026, pembiayaan perbankan syariah mencapai Rp720 triliun atau tumbuh 11,43% secara tahunan (year on year/YoY). Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp816 triliun atau tumbuh 13,13% YoY.

Di sektor dunia usaha, rantai pasok halal tumbuh 5,5% pada periode yang sama, sedangkan outstanding sukuk korporasi mencapai sekitar Rp95 triliun.

Perkembangan ini membuka ruang yang semakin besar bagi pembiayaan syariah untuk mendukung investasi produktif dan ekspansi sektor riil.

Melalui program Bulan Pembiayaan Syariah dan Percepatan Intermediasi Indonesia, BI bersama para pemangku kepentingan terus memperkuat sinergi untuk memperluas akses pembiayaan dan mempercepat realisasi pembiayaan syariah ke sektor riil.

Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat peran keuangan syariah dalam mendukung investasi, ekspansi dunia usaha, dan pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Hongjoong ATEEZ Didiagnosis Alami Patah Tulang Rusuk

BRIEF.ID – Hongjoong, anggota grup K-pop ATEEZ, didiagnosis mengalami...

Ekonomi Inggris Kuartal II-2026,Tumbuh 1,2% YoY  

BRIEF.ID – Perekonomian Inggris tumbuh 1,2% secara tahunan (year...

AS Terapkan Tarif Impor Drone Hingga 100%  

BRIEF.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani...

Jelang Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo, Investor Cermati Arah Kebijakan Fiskal

BRIEF.ID – Investor mencermati pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai...