BRIEF.ID – Perdana Menteri (PM) Inggris yang baru, Andy Burnham, menegaskan bahwa pemerintahannya akan mengutamakan stabilitas ekonomi di tengah tantangan biaya hidup yang masih membebani masyarakat.
Burnham menjadi perdana menteri Inggris ketujuh dalam satu dekade setelah Keir Starmer mengundurkan diri.
Dalam pidato perdananya, Burnham memastikan bahwa setiap kebijakan ekonomi akan disusun secara hati-hati dan tidak akan mengorbankan kepercayaan pasar maupun kesehatan fiskal negara.
“Saya tidak akan pernah mengambil risiko terhadap perekonomian,” kata Burnham dikutip dari Reuters, Selasa (21/7/2026).
Burnham berjanji untuk menghadirkan langkah-langkah nyata untuk meringankan beban biaya hidup warga Inggris.
Pemerintahannya tengah menyiapkan berbagai kebijakan yang diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat, termasuk meninjau kebijakan perpajakan dan memberikan ruang fiskal yang lebih besar bagi rumah tangga. Namun, ia menegaskan bahwa seluruh upaya tersebut akan tetap berada dalam koridor disiplin anggaran dan tidak dilakukan dengan mengambil risiko terhadap perekonomian.
“Kita perlu mendapatkan kembali stabilitas,” ujarnya.
Menurut Burnham, Inggris membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, bukan kebijakan jangka pendek yang berpotensi menciptakan ketidakstabilan di masa depan. Karena itu, pemerintah akan memadukan pengelolaan keuangan negara yang prudent dengan program-program yang mampu mendorong investasi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Burnham berharap pemerintahannya dapat memulihkan kepercayaan publik, memperkuat fondasi ekonomi Inggris, dan secara bertahap mengurangi tekanan biaya hidup yang telah menjadi salah satu tantangan utama bagi warga dalam beberapa tahun terakhir. (nov)


