BRIEF.ID – Nilai tukar rupiah menguat terbatas pada perdagangan hari ini, Selasa (21/7/2026), seiring sikap investor yang mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG-BI).
Berdasarkan data transaksi antarbank di Jakarta atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, kurs rupiah dibuka menguat 0,06% atau 11 poin menjadi Rp17.937 per dolar AS dibandingkan level sebelumnhya Rp17.948 per dolar AS.
Hingga pukul 10:30 WIB, rupiah Jisdor terpantau bergerak fluktuatif, namun masih menguat 0,05% atau 10 poin di level Rp17.838 per dolar AS.
Sementara di pasar spot nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,17% ke level Rp17.972 per dolar AS, namun kemudian berbalik menguat 0,05% di level Rp17.933 per dolar AS.
Penguatan rupiah dipicu ekspetasi investor terhadap RDG-BI yang digelar selama dua hari, pada 21-22 Juli 2026. Konflik Timur Tengah yang kembali memanas dan penguatan dolar AS, diperkirakan akan membuat BI kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (Bps) menjadi 6,00%.
Harapan investor terhadap hasil RDG-BI yang akan diumumkan besok, mampu meredam sentimen negatif dari lonjakan harga minyak dunia dan indeks dolar AS.
Pada perdagangan hari ini, harga minyak mentah jenis Brent yang menjadi acuan berada di level US$88,42 per barel. Sedangkan indeks dolar AS bertahan di level 100,97.
Konflik Timur Tengah yang kembali bergejolak, dan mengganggu distribusi minyak dan gas global yang melalui Selat Hormuz, membuat investor khawatir dengan krisis energi akibat pasokan yang terhambat.
Hal itu, berpotensi menyebabkan inflasi tinggi, sehingga bank sentral dari berbagai negara, terutama emerging market, akan cenderung menaikkan suku bunga acuan.
Hal itu, mempengaruhi pergerakan mata uang Asia, yang dibuka variatif, pada perdagangan hari ini. Selain rupiah, Ringgit Malaysia, Yuan Tiongkok, dan Dolar Singapura dibuka menguat terbatas. Sementara Dolar Taiwan, Baht Thailand, Won Korea Selatan, dan Yen Jepang dibuka melemah terhadap Dolar AS.
Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi bergerak menguat terbatas, dan sangat dipengaruhi perkembangan konflik Timur Tengah. Kurs rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran level Rp17.900 per dolar AS hingga Rp17.950 per dolar AS. (Jea)


