BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Jumat (17/4/2026) ditutup menguat tipis 12,62 poin ke level 7.634,00 atau 0,17%. Tercatat sebanyak 348 saham mengalami penguatan , 349 saham melemah, dan 262 saham lainnya stagnan.
Penguatan indeks, antara lain ditopang oleh antisipasi berbagai aksi korporasi emiten serta koreksi harga minyak mentah. Secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas MA5 dan jauh di atas MA20.
“Diperkirakan IHSG akan berkonsolidasi di kisaran 7.750-7.700, sebelum mencoba kembali untuk menembus level MA50 di sekitar level 7.719,” demikian riset Phintraco Sekuritas yang dirilis, Jumat (17/4/2026).
Menjelang berakhirnya periode gencatan senjata AS-Iran sepanjang dua pekan, pada 21 April 2026, AS dan Iran kembali saling mengirim ancaman sehingga membuat ketegangan mulai meningkat.
Pernyataan keras antar kedua negara terutama terkait dengan Selat Hormuz, dikhawatirkan akan memperburuk situasi di kawasan Teluk. Investor global juga menantikan apakah gencatan senjata akan diperpanjang atau justru akan terjadi kembali eskalasi konflik yang lebih luas.
Pada pekan depan, data indikator ekonomi yang akan dirilis di domestik diantaranya hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia, yang akan diseleggarakan Rabu (22/4/2026) dan laporan pertumbuhan kredit serta M2 Money Supply (23/4).
Beberapa data ekonomi yang akan dirilis dari AS diantaranya retail sales (21/4/2026) dan Michigan Consumer Sentiment (24/4/2026). Dari Eropa pada pekan depan diantaranya akan dirilis data tingkat pengangguran, inflasi, serta sektor manufaktur dan jasa dari Inggris.
Dari bursa Asia, investor akan mencermati keputusan moneter bank sentral Tiongkok, serta neraca perdagangan dan inflasi Jepang, berikut pertemuan Bank of Japan.
Saham-saham yang dapat diperhatikan pada pekan depan, di antaranya MDKA, INTP, CLEO, WIIM, ULTJ, dan NCKL. (nov)


