BRIEF.ID – Agencia Comercial Spirits Ltd (AGCC), perusahaan importir dan distributor produk minuman beralkohol (wiski) berbasis di Taiwan, mengumumkan bahwa anak perusahaannya di Indonesia telah menandatangani perjanjian pasokan listrik dengan PT PLN (Persero), perusahaan listrik milik negara Indonesia untuk proyek infrastruktur komputasi AI.
Perjanjian itu menetapkan konfigurasi pasokan listrik dual-feed untuk pusat data yang direncanakan, dengan masing-masing saluran berkapasitas 55.400 kVA, demikian menurut keterangan tertulis yang dirilis, Kamis (11/6/2026).
Langkah ambisius dalam perubahan infrastruktur, hadir saat saham AGCC diperdagangkan dengan kapitalisasi pasar sebesar US$ 343 juta meskipun hanya menghasilkan pendapatan sebesar US$ 6,2 juta dalam dua belas bulan terakhir. Hal ini mencerminkan antusiasme investor terhadap ekspansi komputasi AI-nya.
Harga saham AGCC melonjak hingga 149% selama setahun terakhir, meskipun harganya telah mundur dari tertinggi 52 pekan di level US$ 25,73. Perjanjian ini juga dimaksudkan untuk mendukung kebutuhan beban IT sekitar 40MW untuk proyek tersebut, dengan syarat kondisi implementasi termasuk kesiapan instalasi di sisi pelanggan, sertifikasi, kemajuan konstruksi, pengadaan peralatan, dan pembiayaan.
AGCC Indonesia setuju untuk membayar biaya koneksi sekitar IDR 69,9 miliar. Perjanjian tersebut juga mensyaratkan deposit jaminan pelanggan, biaya listrik berkelanjutan, dan biaya lainnya. Perjanjian ini bukan merupakan kontrak harga tetap, dan biaya listrik dapat bervariasi berdasarkan tarif yang berlaku, penggunaan aktual, persyaratan pembayaran minimum, dan kebijakan regulasi.
Perusahaan menyatakan akan menanggung biaya yang signifikan sebelum proyek ini menghasilkan pendapatan dari pelanggan. Perjanjian pasokan listrik ini merupakan pengaturan pengadaan daya dan bukan kontrak pendapatan pelanggan.
“Mengamankan pasokan listrik adalah langkah penting dalam pengembangan infrastruktur komputasi AI,” kata CEO TSAI Yi-Yang. (nov)


