The Fed Diprediksi Pertahankan Suku Bunga pada Pertemuan 28–29 Juli

BRIEF.ID – Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam pertemuan kebijakan moneter yang berlangsung pada 28–29 Juli 2026, di tengah kenaikan harga minyak dan melambatnya tekanan inflasi.

Lembaga keuangan Citi menilai pasar saat ini melebih-lebihkan peluang kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Meski lonjakan harga minyak mentah mendorong spekulasi pengetatan kebijakan, Citi menilai data inflasi dan pasar tenaga kerja terbaru justru memberikan ruang bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga.

Pasar memperkirakan terdapat sekitar 30% peluang kenaikan suku bunga setelah harga minyak meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Namun, menurut Citi, inflasi inti pada Juni yang lebih rendah dari ekspektasi serta perlambatan pertumbuhan lapangan kerja membuat sulit bagi bank sentral untuk membenarkan kenaikan suku bunga, terutama setelah memilih menahan suku bunga pada pertemuan Juni lalu.

Menjelang pengumuman hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada Rabu (29/7/2026), pelaku pasar masih terbelah. Sebagian menilai kenaikan harga minyak dapat meningkatkan tekanan inflasi, sementara pihak lain melihat tren inflasi yang terus mendingin dan kondisi pasar tenaga kerja yang lebih moderat sebagai alasan bagi The Fed untuk tetap bersikap hati-hati.

Citi memperkirakan keputusan mempertahankan suku bunga akan dipandang sebagai sinyal kebijakan yang lebih longgar (dovish) oleh investor. Kondisi tersebut berpotensi mendorong penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS serta melemahkan nilai tukar dolar AS.

Meski demikian, Citi juga memperkirakan akan muncul perbedaan pendapat di kalangan pejabat The Fed. Presiden Federal Reserve Cleveland Beth Hammack dan Presiden Federal Reserve Dallas Lorie Logan diperkirakan akan mendukung kenaikan suku bunga.

Menurut Citi, apabila jumlah pejabat yang berbeda pendapat melebihi dua orang, pasar kemungkinan akan menafsirkan hal tersebut sebagai sinyal kebijakan yang lebih ketat (hawkish).

Secara keseluruhan, Citi menilai mayoritas pembuat kebijakan The Fed masih akan menyimpulkan bahwa ekonomi AS belum mengalami overheating, dengan mempertimbangkan pertumbuhan lapangan kerja yang moderat, penurunan tingkat partisipasi angkatan kerja, serta inflasi inti yang dinilai kembali sejalan dengan tren sebelum pandemi.

Keputusan suku bunga The Fed akan menjadi salah satu agenda ekonomi global yang paling dinantikan pekan ini karena berpotensi memengaruhi pergerakan pasar keuangan, nilai tukar dolar AS, serta arus modal ke negara-negara berkembang. (Investing.com/nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Penari Moulin Rouge Meriahkan Etape Final Tour de France di Paris

BRIEF.ID – Para penari kabaret legendaris Moulin Rouge memeriahkan...

PM Inggris Andy Burnham Siap Tantang Trump Demi Kepentingan Nasional

BRIEF.ID – Perdana Menteri (PM) Inggris Andy Burnham menyatakan...

AS Hentikan Serangan ke Iran, Harga Minyak Anjlok Lebih dari 5%  

BRIEF.ID – Harga minyak dunia melanjutkan pelemahannya pada perdagangan...

IHSG Berpotensi Melemah, Investor Cermati Konflik AS-Iran dan Pertemuan The Fed

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpotensi...