BRIEF.ID – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menuntaskan rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Krueng Pase di Kabupaten Aceh Utara, Aceh, setelah infrastruktur tersebut mengalami kerusakan akibat banjir bandang pada bulan November 2025.
Beroperasinya kembali jaringan irigasi tersebut memungkinkan pasokan air kembali mengaliri 8.922 hektare lahan persawahan yang menjadi sumber penghidupan ribuan petani di sembilan kecamatan.
Menteri PU Dody Hanggodo juga meninjau langsung hasil rehabilitasi tersebut pada Kamis (11/6). Dalam kunjungan itu, Dody secara simbolis membuka pintu air bendung sebagai penanda pulihnya layanan irigasi bagi masyarakat.
Menurut Dody, percepatan penyelesaian rehabilitasi dilakukan untuk memastikan aktivitas pertanian dapat segera kembali berjalan normal, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat pemulihan pascabencana.
“Perbaikan ini kita dorong cepat agar air bisa kembali mengalir ke sawah-sawah. Harapannya petani di sembilan kecamatan di Aceh Utara bisa kembali menanam dan panen minimal dua kali dalam setahun,” ujar Dody.
Rehabilitasi yang dikerjakan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera I itu tidak hanya mencakup perbaikan bendung. Kementerian PU, menurutnya juga merehabilitasi saluran induk sepanjang 32,82 kilometer serta saluran sekunder sepanjang 112,36 kilometer berikut infrastruktur pendukung lainnya.
DI Krueng Pase merupakan salah satu sistem irigasi utama di Aceh Utara yang melayani lahan pertanian di Kecamatan Tanah Luas, Nibong, Meurah Mulia, Samudera, Syamtalira Bayu, Blang Mangat, Matang Kuli, Syamtalira Aron, dan Tanah Pasir.
Dengan selesainya rehabilitasi, layanan irigasi kembali berfungsi pada area kanan seluas 5.614 hektare dan area kiri seluas 3.308 hektare. Kementerian PU memperkirakan peningkatan kinerja jaringan tersebut dapat mendongkrak Indeks Pertanaman (IP) dari sekitar 65 persen menjadi hingga 250 persen.
Kenaikan indeks pertanaman tersebut diharapkan berdampak langsung terhadap peningkatan produksi beras sekaligus memperbaiki pendapatan petani di wilayah setempat.
Upaya rehabilitasi sebenarnya telah dimulai pada tahun anggaran 2025. Namun, banjir bandang yang melanda Aceh Utara pada November tahun lalu sempat menghambat proses pekerjaan sehingga pemerintah mempercepat penyelesaiannya guna memulihkan layanan irigasi.
Selain memperbaiki infrastruktur, Kementerian PU juga melakukan pembersihan endapan sedimen yang menutupi lahan pertanian terdampak banjir. Pemerintah turut membangun lahan percontohan atau demplot seluas dua hektare untuk mendorong peningkatan produktivitas petani.
Dalam kunjungan tersebut, Dody juga berdialog dengan masyarakat tani. Mochtar Ahmad, petani asal Paya Kambuk, mengaku bersyukur karena bendung kembali beroperasi setelah sempat mengalami krisis air pascabanjir.
“Kami sangat bersyukur bendung ini sudah kembali berfungsi. Setelah banjir kemarin, kami sempat kesulitan air. Sekarang sudah mulai normal kembali dan kami bisa kembali bertani,” katanya.
Pulihnya fungsi DI Krueng Pase dinilai juga menjadi faktor penting dalam percepatan pemulihan sektor pertanian di Aceh Utara.
Selain menjamin distribusi air irigasi dari hulu hingga hilir, keberadaan infrastruktur tersebut juga diharapkan mampu mengurangi risiko kekeringan saat musim kemarau serta mempercepat normalisasi lahan sawah yang sebelumnya tertimbun sedimen akibat banjir. (ayb)


