Harga Bitcoin Bertahan di Kisaran US$ 64.000  

BRIEF.ID – Harga Bitcoin (BTC) bertahan di kisaran US$64.000 pada perdagangan Sabtu (25/7/2026) malam, meski masih berada dalam tekanan di tengah melemahnya arus masuk stablecoin yang dinilai mencerminkan rendahnya minat investor pada aset kripto.

Pada pukul 17.00 ET (21.00 GMT), Bitcoin diperdagangkan di level US$ 64.360, setelah bergerak dalam kisaran US$63.703 hingga US$65.396 sepanjang sesi perdagangan.

Meski sempat terjadi pelemahan, harga Bitcoin masih berada sekitar 50%  di bawah rekor tertingginya, seiring berlanjutnya tren pasar bearish yang dimulai sejak Oktober.

Analis CryptoQuant, Darkfost, mengungkapkan bahwa transfer stablecoin ke bursa kripto telah turun ke level terendah sejak 2025. Kondisi tersebut dinilai sebagai sinyal bahwa likuiditas baru yang masuk ke pasar mulai berkurang.

Data menunjukkan rata-rata arus masuk USDT dan USDC ke jaringan Ethereum selama 30 hari terakhir hanya mencapai sekitar US$2,3 miliar, jauh di bawah rata-rata 365 hari yang berada di kisaran US$3,7 miliar.

Sebagai perbandingan, saat Bitcoin mencetak rekor harga tertinggi, rata-rata arus masuk stablecoin mencapai sekitar US$5,6 miliar untuk periode 30 hari dan US$4,3 miliar untuk rata-rata tahunan.

Penurunan arus masuk stablecoin umumnya menunjukkan bahwa investor memindahkan dana dalam jumlah lebih kecil ke bursa, sehingga mengindikasikan melemahnya permintaan untuk membeli aset kripto. Meski demikian, analis mencatat bahwa lonjakan arus stablecoin sering kali merupakan indikator yang tertinggal (lagging indicator), karena sebagian investor baru memindahkan dana atau mengambil keuntungan setelah permintaan pasar lebih dahulu meningkat.

Di sisi lain, perusahaan yang menerapkan strategi investasi berbasis Bitcoin juga terus berupaya meningkatkan transparansi kepada investor. Menurut laporan CoinDesk, sejumlah perusahaan memperkenalkan metrik baru yang memberikan gambaran lebih jelas mengenai eksposur mereka terhadap Bitcoin setelah memperhitungkan faktor utang dan saham preferen. Langkah tersebut diharapkan membantu investor menilai risiko dan nilai kepemilikan perusahaan secara lebih akurat. (Investing.com/nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

BTS Puncaki Peringkat Reputasi Merek Penyanyi Korea Selatan Juli 2026

BRIEF.ID - Lembaga Riset Bisnis Korea Selatan merilis daftar...

Lim Kim Telusuri Satu Dekade Penemuan Diri Lewat Album Baru Exit to Nowhere

BRIEF.ID - Penyanyi dan penulis lagu Korea Selatan Lim...

David Jonsson Resmi Jadi Black Panther Baru, Ryan Gosling Perankan Ghost Rider

BRIEF.ID – Marvel Studios membuat kejutan besar dalam presentasinya...

Juru Bicara Otorita IKN Troy Harrold Yohanes Pantouw Meninggal Dunia

BRIEF.ID – Kabar duka datang dari Otorita Ibu Kota...