Rupiah Hari Ini Ditutup Bertahan di Bawah Level Rp18.000 per Dolar AS

BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah ditutup melemah, namun bertahan di bawah level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Kamis (11/6/2026).

Berdasarkan data transaksi antarbank di Jakarta atau Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor) hari ini, kurs rupiah ditutup merosot 0,25% atau 44 poin ke level Rp17.988 per dolar AS dari level sebelumnya Rp17.944 per dolar AS. Sedangkan di pasar spot, nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,22% ke level Rp17.993 per dolar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah dibuka menguat pada awal perdagangan hari ini. Kurs rupiah Jisdor dibuka menguat tipis 0,02% atau 3 poin menjadi Rp17.941 per dolar AS. Sedangkan nilai  tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat 0,03% ke level Rp17.948 per dolar AS.

Sepanjang hari ini, nilai tukar rupiah bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah, bahkan sempat kembali menyentuh level psikologis  Rp18.000 per dolar AS.

Pelemahan rupiah mengikuti pergerakan sejumlah mata uang Asia, yang juga ditutup melemah terhadap dolar AS, seperti Won Korea Selatan (-0,56%), Yuan Tiongkok (-0,03%), serta Ringgit Malaysia, dan Dolar Singapura masing-masing -0,02%.

Perkembangan terbaru konflik Timur Tengah yang kembali memanas membuat harga minyak dunia kembali melonjak, dan menekan pasar keuangan global.

AS dan Iran saling melempar ancaman serangan, sehingga memupus harapan selesainya perundingan perdamaian untuk mengakhiri konflik Timur Tengah, serta  pembukaan Selat Hormuz sebagai jalur utama distribusi minyak dan gas (migas) global.

Seperti dilansir dari Reuters, Kamis (11/6/2026), kontrak berjangka harga minyak dunia jenis  Brent naik 1,59% menjadi US$94,58 per barel. Sementara minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) AS naik 1,90%, menjadi US$91,74.

Hal itu, mendorong investor kembali melakukan aksi jual untuk mengurangi risiko kerugian di pasar keuangan khususnya di negara-negara berkembang (emerging market) termasuk Indonesia.

Meski demikian, pelemahan rupiah tertahan oleh intervensi BI melalui sejumlah kebijakan moneter, termasuk kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (Bps) menjadi 5,50%.

Untuk perdagangan akhir pekan, rupiah diprediksi berkonsolidasi sesuai perkembangan konflik Timur Tengah, dan terus defensif atau bertahan di bawah level Rp18.000 per dolar AS. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Harga Bitcoin Bertahan di Kisaran US$ 64.000  

BRIEF.ID - Harga Bitcoin (BTC) bertahan di kisaran US$64.000...

BTS Puncaki Peringkat Reputasi Merek Penyanyi Korea Selatan Juli 2026

BRIEF.ID - Lembaga Riset Bisnis Korea Selatan merilis daftar...

Lim Kim Telusuri Satu Dekade Penemuan Diri Lewat Album Baru Exit to Nowhere

BRIEF.ID - Penyanyi dan penulis lagu Korea Selatan Lim...

David Jonsson Resmi Jadi Black Panther Baru, Ryan Gosling Perankan Ghost Rider

BRIEF.ID – Marvel Studios membuat kejutan besar dalam presentasinya...