BRIEF.ID – Harga minyak dunia melanjutkan pelemahannya pada perdagangan Senin (27/7/2026) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghentikan serangan terhadap Iran menyusul operasi militer selama dua pekan. Penghentian sementara serangan AS memicu harapan pasar terhadap tercapainya solusi diplomatik yang dapat meredakan ketegangan di Timur Tengah.
Harga minyak mentah Brent turun US$ 5,58 atau 5,77% menjadi US$ 91,20 per barel, pada pukul 22.04 GMT atau pukul 05.04 WIB (Waktu Indonesia Barat).
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah US$ 4,91 atau 5,50% ke level US$ 84,40 per barel.
Penurunan harga minyak terjadi setelah pelaku pasar menilai penghentian serangan AS terhadap Iran dapat mengurangi risiko gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah, yang selama ini menjadi salah satu faktor utama pendorong kenaikan harga minyak.
Prospek penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik juga meningkatkan optimisme bahwa arus distribusi minyak di kawasan, termasuk melalui Selat Hormuz, dapat kembali berjalan lebih stabil sehingga mengurangi premi risiko yang sebelumnya melekat pada harga minyak dunia. (Reuters/nov)


