BRIEF.ID – Perdana Menteri (PM) Inggris Andy Burnham menyatakan siap mengambil sikap berbeda dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump apabila diperlukan untuk melindungi kepentingan nasional Inggris.
Dalam wawancara pertamanya sejak menjabat yang disiarkan BBC, Burnham mengatakan hubungan awalnya dengan Trump berjalan positif dan menyebut Presiden AS sebagai sosok yang “sangat ramah.” Namun, saat ditanya dua kali apakah ia mempercayai Trump, Burnham memilih tidak memberikan jawaban secara langsung.
“Ini adalah dunia yang terus berubah,” ujar Burnham, seraya menegaskan bahwa pemerintah harus mampu merespons perkembangan situasi global secara fleksibel.
Ia menyatakan tidak dapat menjamin akan selalu sependapat dengan Trump dan akan menyampaikan pandangan yang berbeda apabila hal itu dinilai sesuai dengan kepentingan Inggris.
Burnham juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap keputusan pemerintahan Trump yang memulai konflik dengan Iran. Menurutnya, perang tersebut telah mendorong kenaikan harga minyak dunia, meningkatkan risiko inflasi, serta menambah tekanan terhadap biaya pinjaman pemerintah.
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa pemerintahan Burnham berpotensi mengambil posisi yang lebih independen dari Washington dalam beberapa aspek kebijakan luar negeri, meski ia tidak menguraikan rencana spesifik terkait perubahan hubungan keamanan Inggris dan Amerika Serikat.
Di sisi lain, pengeluaran pertahanan masih menjadi tantangan utama bagi pemerintahan baru. Burnham menolak berkomitmen pada target peningkatan belanja pertahanan hingga 3% dari produk domestik bruto (PDB) pada 2030, sebagaimana sebelumnya didorong oleh mantan Menteri Pertahanan John Healey saat pemerintahan PM Keir Starmer.
Menurut Burnham, prioritas pemerintah saat ini adalah memastikan rencana investasi pertahanan yang telah disusun memperoleh pendanaan yang memadai sebelum menetapkan target belanja militer yang lebih besar di masa mendatang. (Investing.com/nov)


