Wall Street Ditutup Bervariasi, Saham Semikonduktor Tertekan

BRIEF.ID – Bursa Wall Street, New York, Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi pada perdagangan Senin (28/7/2026) waktu setempat, setelah kehilangan sebagian besar penguatan yang sempat diraih pada awal sesi. Tekanan pada saham-saham semikonduktor membatasi kenaikan pasar menyusul laporan bahwa Tiongkok telah mencapai kemajuan dalam pengembangan teknologi chip domestik.

Pada awal perdagangan, ketiga indeks utama sempat menguat didorong oleh penurunan harga minyak mentah yang meredakan kekhawatiran investor terhadap tekanan inflasi. Optimisme tersebut muncul di tengah pekan yang dipenuhi agenda penting, termasuk keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dan laporan keuangan sejumlah perusahaan teknologi berkapitalisasi besar.

Namun, sentimen positif berbalik setelah The Information melaporkan bahwa Tiongkok telah mulai memproduksi mesin litografi deep ultraviolet (DUV) hasil pengembangan dalam negeri. Kabar tersebut memicu pelemahan saham-saham sektor semikonduktor karena dinilai sebagai langkah penting Beijing dalam memperkuat rantai pasokan chip domestik dan mengurangi ketergantungan pada pemasok asing.

Pada penutupan perdagangan, indeks S&P 500 berakhir relatif datar di level 7.414,11, sementara Nasdaq Composite turun 0,2% menjadi 24.932,08. Di sisi lain, Dow Jones Industrial Average masih mencatat kenaikan 0,5% ke posisi 52.209,69.

Perdagangan Senin juga menandai upaya pemulihan ketiga indeks utama setelah mengalami pelemahan pada pekan sebelumnya, terutama Nasdaq yang sempat merosot lebih dari 2%.

Sebelumnya, sentimen pasar tertekan oleh meningkatnya konflik di Timur Tengah, kekhawatiran atas besarnya belanja modal perusahaan teknologi seperti Alphabet dan Tesla untuk pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI), serta kembali memanasnya tensi perdagangan setelah pemerintahan Presiden Donald Trump memberlakukan tarif baru.

Investor kini mengalihkan fokus pada hasil rapat kebijakan moneter The Fed dan laporan kinerja perusahaan-perusahaan teknologi besar yang diperkirakan akan menjadi penentu arah pergerakan pasar dalam beberapa hari ke depan. (Investing.com/nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Investor Menantikan Penunjukan Gubernur BI Definitif

BRIEF.ID – Investor masih menantikan penunjukan Gubernur Bank Indonesia...

IHSG Diproyeksi Konsolidasi, Investor Cermati Suksesi Gubernur BI

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak...

Harga Minyak Dunia Anjlok, Brent Kembali di Bawah US$ 90 per Barel

BRIEF.ID – Harga minyak dunia anjlok pada perdagangan Senin...

Bioskop IMAX 70 mm Dipadati Penonton Film The Odyssey

BRIEF.ID – Ribuan penggemar film dari berbagai negara Eropa...