Tim Kampanye Capres Donald Trump Minta Komisi Pemilihan Umum Federal Blokir Kamala Harris

BRIEF.ID – Tim kampanye calon presiden Donald Trump mengajukan pengaduan ke Komisi Pemilihan Umum Federal Amerika Serikat untuk memblokir Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris dari penggunaan dana yang telah dikumpulkan untuk kampanye pemilihan kembali Presiden AS Joe Biden.

“Kamala Harris berusaha melakukan perampokan senilai US$ 91,5 juta atas sisa uang tunai kampanye Joe Biden – perampasan uang secara kurang ajar,” demikian CNN mengutip salinan pengaduan yang diperoleh pada Selasa (23/7/2024) waktu setempat.

Tim kampanye dari Partai Republik itu juga mengatakan penggunaan dana kampanye Biden akan menjadi pelanggaran terbesar dalam sejarah Undang-Undang Kampanye Pemilu Federal tahun 1971 yang telah diamandemen.

Media AS yang mengutip para pengacara, sebelumnya telah melaporkan bahwa upaya untuk mentransfer dana yang dikumpulkan oleh tim kampanye Biden ke Harris dapat memicu tuntutan hukum.

Pengaduan tersebut ditujukan terhadap Biden, tim kampanye pemilu, Harris, dan bendahara kampanye Keana Spencer, yang dituduh secara terang-terangan melanggar undang-undang dengan memberikan dan menerima sumbangan berlebihan sebesar hampir seratus juta dolar,

Pihak-pihak yang diadukan itu juga disebut telah mengisi formulir palsu kepada Komisi Pemilihan Umum dengan tujuan menggunakan kembali panitia utama kampanye utama seorang kandidat untuk kandidat lain.

Juru bicara Komisi Pemilihan Umum menolak berkomentar dengan alasan kebijakan komisi untuk tidak membahas masalah penegakan hukum.

Sementara itu, juru bicara kampanye pemilu Harris, Charles Kretchmer Lutvak, menyebut pengaduan tersebut sebagai tuntutan hukum yang tidak berdasar.

“Partai Republik mungkin iri karena Partai Demokrat bersemangat untuk mengalahkan Donald Trump dan sekutunya MAGA (Make America Great Again),” ucapnya.

Lutvak menekankan bahwa klaim hukum yang tidak berdasar tim kampanye Trump sama seperti upaya yang telah mereka lakukan selama bertahun-tahun untuk mencoba menekan suara dan mencuri pemilu.

“Itu hanya akan mengalihkan perhatian mereka sementara kami merekrut sukarelawan, berbicara dengan pemilih, dan memenangkan pemilu ini,” kata Lutvak.

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Investasi Rp3.923 Triliun di Era Prabowo, Rakyat Dapat Apa?

BRIEF.ID - Pemerintah mengklaim realisasi investasi Indonesia selama dua...

Dua Tahun Pemerintahan, Prabowo Perkuat Alutsista TNI

BRIEF.ID - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memperkuat alat utama...

Greenpeace Bentangkan Spanduk Krisis Iklim di Bundaran HI, 6 Aktivis Dirawat di Klinik Polda Metro Jaya

BRIEF.ID - Enam aktivis Greenpeace Indonesia dievakuasi dari Monumen...

Imigrasi Digitalisasi Kartu APEC, Proses Dipangkas dari Enam Bulan Jadi Tujuh Hari Kerja

BRIEF.ID – Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi memangkas waktu pengurusan...