TikTok Sepakat Bayar US$ 400 Juta, Akhiri Gugatan Privasi Anak di AS

BRIEF.ID – TikTok dan perusahaan induknya, ByteDance, sepakat membayar US$400 juta untuk mengakhiri gugatan pemerintah Amerika Serikat (AS) terkait dugaan pelanggaran aturan perlindungan privasi anak. Penyelesaian ini menjadi salah satu pemulihan terbesar yang pernah dicapai pemerintah AS dalam perkara berdasarkan Children’s Online Privacy Protection Act (COPPA).

Dikutip dari Euronews.com, Minggu (23/8/2026), kesepakatan dengan Departemen Kehakiman AS (DOJ) diumumkan, pada Jumat, 21 Agustus 2026. Berdasarkan ketentuan, TikTok akan membayar US$ 300 juta secara langsung, sedangkan sisanya US$ 100 juta  dibayarkan setelah pengadilan mencabut consent decree yang sebelumnya dikenakan terhadap Musical.ly, pendahulu TikTok.

Perkara ini bermula dari gugatan yang diajukan DOJ pada 2024. Saat itu, pemerintah AS menuduh TikTok dan ByteDance gagal mencegah anak-anak berusia di bawah 13 tahun menggunakan platform reguler dan mengumpulkan serta menyimpan informasi pribadi mereka tanpa persetujuan orang tua. Pemerintah juga menuduh perusahaan tidak selalu menghapus akun anak meskipun telah diminta oleh orang tua.

Persoalan itu berkaitan langsung dengan COPPA, aturan federal AS yang mengharuskan layanan daring memperoleh persetujuan orang tua yang dapat diverifikasi sebelum mengumpulkan informasi pribadi anak-anak di bawah usia 13 tahun.

Pemerintah AS juga menyoroti penggunaan TikTok oleh anak-anak meskipun perusahaan memiliki mekanisme yang ditujukan untuk pengguna berusia muda. Dugaan pelanggaran mencakup pengumpulan alamat email dan informasi pribadi lainnya tanpa persetujuan orang tua.

Kasus TikTok tidak dapat dipisahkan dari sejarah Musical.ly. Pada 2019, Musical.ly, yang kemudian diakuisisi ByteDance dan digabungkan ke TikTok telah menghadapi tindakan penegakan hukum terkait COPPA.

Saat itu, pemerintah AS menjatuhkan denda US$5,7 juta kepada Musical.ly karena mengumpulkan informasi anak-anak tanpa persetujuan orang tua. Consent decree dari perkara tersebut menjadi bagian penting dalam penyelesaian terbaru.

Dengan pembayaran US$100 juta yang dikaitkan dengan pencabutan consent decree lama tersebut, penyelesaian 2026 sekaligus menutup babak hukum yang berawal dari persoalan Musical.ly.

Meski pemerintah AS menutup perkara dengan penyelesaian finansial, DOJ juga mengakui adanya perubahan signifikan di TikTok sejak gugatan 2024 diajukan.

Menurut DOJ, perusahaan telah mengalami perubahan dalam kepemilikan, manajemen, fungsi kepatuhan, dan praktik privasi. TikTok juga disebut memperkuat perlindungan bagi pengguna muda, mekanisme pengendalian usia, serta pengawasan orang tua.

Perubahan ini menjadi faktor penting karena penyelesaian memungkinkan pemerintah memperoleh kompensasi sekaligus mempertahankan perlindungan yang telah diperkuat tanpa harus melanjutkan proses litigasi yang panjang.

Kasus TikTok mencerminkan meningkatnya tekanan pemerintah terhadap perusahaan media sosial untuk memperketat perlindungan anak. Persoalan privasi kini tidak hanya menyangkut bagaimana data dikumpulkan, tetapi juga bagaimana platform memastikan bahwa anak-anak tidak dapat dengan mudah mengakses layanan yang memiliki batas usia.

Associate Attorney General Stanley E. Woodward Jr. menyebut kesepakatan yang dicapai sebagai “kemenangan besar bagi anak-anak dan orang tua di Amerika.” Menurut DOJ, penyelesaian itu memberikan pemulihan dana yang signifikan sekaligus memperkuat perlindungan yang diharapkan keluarga.

Nilai US$400 juta memang besar, tetapi dampak yang lebih penting terletak pada standar kepatuhan yang harus dijalankan platform digital. Bagi TikTok, penyelesaian ini mengakhiri satu gugatan besar mengenai privasi anak, sementara bagi regulator, kasus tersebut memperlihatkan bahwa perusahaan teknologi tetap dapat dimintai pertanggungjawaban atas cara mereka menangani data pengguna di bawah umur.

TikTok belum memberikan komentar publik segera setelah pengumuman penyelesaian tersebut. (Euronews.com/AP/nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

“Aura Farming” Tren Pertarungan TikTok  

BRIEF.ID - Tren “aura farming” yang sebelumnya berkembang sebagai...

Gavi Investasikan €1,3 Juta, Bangun 150 Hunian Warga Kurang Mampu

BRIEF.ID – Gelandang FC Barcelona, Pablo Páez Gavira atau...

Prabowo Minta Penanganan Karhutla Kalbar Sesuai Kondisi Nyata di Lapangan

BRIEF.ID - Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran Kementerian/Lembaga (K/L)...

Siap Hadapi Tarif Impor 50%, Kanada Intensifkan Negosiasi Dagang dengan AS

BRIEF.ID - Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan akan...