Rupiah Menguat ke Bawah Level Rp18.100 per Dolar AS Dipicu Penurunan Tajam Harga Minyak Dunia

BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah menguat ke bawah level Rp18.100 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (5/11/2026), dipicu penurunan tajam harga minyak dunia.

Pada pembukaan perdagangan hari ini, kurs rupiah dibuka menguat 98 poin menjadi Rp18.070 per dolar AS dari level sebelumnya Rp18.168 per dolar AS. Hingga pukul 12:00 WIB, rupiah terpantau masih menguat di level Rp18.085 per dolar AS.

Penguatan rupiah dipicu penurunan tajam harga minyak dunia ke bawah level US$100 per barel dipicu hasil Pemilu Selas Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan kemenangan telak Partai Demokrat.

Pada penutupan perdagangan Rabu (4/11/2026), harga minyak dunia yang sebelumnya mencapai level US$115 per barel, langsung ambruk 8,67% ke level US$94,62 per barel, setelah Partai Demokrat meraih suara terbanyak di Kongres AS dan Senat AS di Pemilu Sela AS.

Pelemahan harga minyak dunia terus berlanjut pada sesi pagi perdagangan hari ini. Seperti dilansir Reuters, harga minyak mentah Brent turun 1,03% menjadi US$93,65 per barel pada pukul 02:11 GMT atau 09:11 WIB. Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS terkoreksi 1,29% ke level US$86,98 per barel.

Selain itu, penguatan nilai tukar rupiah juga dipicu pelemahan indeks dolar AS dan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS atau US Treasury, seiring hasil Pemilu Sela AS yang dimenangkan oleh Partai Demokrat.

Hasil Pemilu Sela AS mendorong indeks dolar AS terkoreksi ke level 101,3. Sedangkan yield US Treasury tenor 10 tahun yang menjadi acuan turun 10,1 basis poin (bps) menjadi 4,86%.

Kemenangan Partai Demokrat di Pemilu Sela AS memicu spekulasi pelaku pasar bahwa kebijakan Presiden AS, Donald Trump, yang berasal dari Partai Republik akan mendapat tantangan berat di parlemen.

Salah satunya, adalah kebijakan perang dengan Iran, yang telah memicu konflik Timur Tengah, sejak februari 2026, dan berimbas pada ketidakpastian global akibat krisis energi.

Hal itu, membuat harga minyak turun signifikan, karena kekhawatiran terkait krisis energi mereda. Pelaku pasar juga menilai bank sentral di berbagai negara tak lagi terdesak untuk memperketat kebijakan moneter termasuk menaikkan suku bunga acuan.

Penurunan harga minyak juga memberikan sentimen positif di pasar surat utang domestik. Hal itu, terlihat dari penurunan imbal hasil obligasi pemerintah yang melandai ke level 7,67%.

Data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,47% pada kuartal III 2026 juga menjadi sentimen positif bagi penguatan nilai tukar rupiah.

Berdasarkan faktor-faktor itu, kurs rupiah hari ini diprediksi bergerak di kisaran level Rp18.000 per dolar AS hingga Rp18.100 per dolar AS. (Jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Melesat ke Level 5.000 Ditopang Pertumbuhan Ekonomi 5,47% di Kuartal III 2026

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Harga Minyak Dunia Anjlok ke Bawah Level  US$100 per Barel Dipicu Hasil Pemilu Sela AS

BRIEF.ID - Harga minyak dunia anjlok ke bawah level...

Harga Emas Antam Naik Jadi Rp2.557.000 per Gram Imbas Penurunan Kurs Dolar AS

BRIEF.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...

Partai Politik Masih Ragu Memakzulkan Gibran, Benarkah?

BRIEF.ID – Wacana pemakzulan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming...