BRIEF.ID – Harga minyak dunia anjlok ke bawah level US$100 per barel dipicu hasil Pemilu Selas Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan kemenangan telak Partai Demokrat.
Pada penutupan perdagangan Rabu (4/11/2026), harga minyak dunia yang sebelumnya mencapai level US$115 per barel, langsung ambruk 8,67% ke level US$94,62 per barel, setelah Partai Demokrat meraih suara terbanyak untuk Kongres AS dan Senat AS di Pemilu As
Pelemahan harga minyak dunia terus berlanjut pada sesi pagi perdagangan hari ini, Kamis (5/11/2026). Seperti dilansir Reuters, harga minyak mentah Brent turun 1,03% menjadi US$93,65 per barel pada pukul 02.11 GMT atau 09.11 WIB. Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS terkoreksi 1,29% ke level US$86,98 per barel.
Kemenangan Partai Demokrat memicu spekulasi pelaku pasar bahwa berbagai kebijakan Presiden AS, Donald Trump, akan mendapat penolakan dari parlemen.
Salah satunya adalah kebijakan perang yang digaungkan Presiden Trump dan Partai Republik di kawasan Timur Tengah sejak Februari 2026. Pelaku pasar memprediksi konflik Timur Tengah akan disudahi oleh Kongres AS maupun Senat AS.
Sumber Gedung Putih menyebut kemenangan telak Partai Demokrat di Pemilu Sela memberi dorongan besar bagi Presiden Trump untuk segera merealisasikan kesepakatan damai dengan Iran.
Hal itu, mendorong harga minyak turun signifikan, sehingga kekhawatiran terkait krisis energi yang dapat memicu lonjakan inflasi global pun terkikis seiring keyakinan yang memuncak terkait penyelesaian konflik Timur Tengah.
Jika harga energi bisa dijaga tetap stabil, maka bank sentral di berbagai negara termasuk Federal Reserve di AS dinilai tak terdesak memperketat kebijakan moneter termasuk menaikkan suku bunga acuan. (Jea)


