Rupiah Menguat Jadi Rp15.865 per Dolar AS Imbas Kesepakatan Gencatan Senjata Israel-Lebanon

BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan hari ini, Kamis (28/11/2024), imbas kesepakatan gencatan senjata antara Israel-Lebanon.

Berdasarkan data transaksi antarbank hari ini, kurs rupiah dibuka menguat 0,44% atau 70 poin menjadi Rp15.865 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.935 per dolar AS.

Menguatnya rupiah pada hari ini berbanding terbalik dengan posisi akhir perdagangan sebelum libur Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, Selasa (26/11/2024), yang justru melemah 0,38%.

Kesepakatan gencatan senjata antara Israel-Lebanon membuat investor bereaksi positif, karena dinilai dapat meredakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Gencatan senjata antara Israel-Lebanon yang mulai berlaku Rabu (27/11/2024) dinihari waktu setempat, memungkinkan tentara Lebanon untuk mengambil alih wilayah perbatasan dari kelompok militan Hizbullah.

Sedangkan bagi Israel, gencatan senjata tersebut membuat gangguan dari Hizbullah dapat diminimalisasi, sehingga tentara Israel dapat memfokuskan perhatian pada serangan kelompok Hamas Palestina dan Iran.

Pennguatan rupiah pada hari ini, juga dipengaruhi sentimen positif penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang berlangsung aman.

Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif di kisaran Rp15.885 per dolar AS hingga Rp15.900 per dolar AS.

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pemerintah Perkuat Postur Pertahanan Udara

BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto menyerahkan kepada Tentara Nasional...

IHSG Ditutup Anjlok 1,85% Hari Ini, Lebih dari 600 Saham Turun Harga

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Rupiah Ambruk ke Level Rp17.600 per Dolar AS Usai Libur Panjang, Terlemah di Asia

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah ambruk ke level...

Investor Khawatir Kenaikan Inflasi di AS

BRIEF.ID – Kalangan investor institusional semakin khawatir terhadap risiko...