Rupiah Ambruk ke Level Rp17.600 per Dolar AS Usai Libur Panjang, Terlemah di Asia

BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah ambruk ke level Rp17.600 per dolar Amerika Serikat (AS) usai libur panjang, dan menjadi mata uang terlemah di Asia pada perdagangan hari ini, Senin (18/5/2026).

Berdasarkan data transaksi antarbank hari ini, kurs rupiah dibuka melemah 0,19% atau 33 poin menjadi Rp17.630 dolar AS dibandingkan level sebelumnya Rp17.597 per dolar AS sebelum libur panjang peringatan Hari Kenaikan Yesus Kristus, pada Kamis (14/5/2026).

Sementara di pasar spot, nilai tukar rupiah terpangkas 0,6% menjadi Rp17.570 per dolar AS. Tak lama berselang, rupiah melanjutkan pelemahan dengan terkoreksi 0,83% ke level Rp17.610 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah terpantau makin melemah, hingga melampaui level Rp17.650 per dolar AS. Hingga akhir sesi I perdagangan pada pukul 12:00 WIB, kurs rupiah ditutup melemah di Rp17.670 per dolar AS.

Pelemahan rupiah masih dipengaruhi lonjakan harga minyak dunia pada perdagangan hari ini. Harga minyak dunia jenis Brent tercatat menembus level US$111,24 per barel.

Ketidakpastian situasi di Timur Tengah seiring belum sepakatnya AS dan Iran untuk mengakhiri konflik, dan membuka kembali Selat Hormuz sebagai jalur utama distribusi minyak dan gas dunia, membuat harga minyak tetap tinggi seiring kekhawatiran krisis energi global.

Dari dalam negeri, pelemahan rupiah juga dipengaruhi kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal Indonesia, yang diprediksi mengalami tekanan ganda, yakni pembengkakan subsidi energi, dan penerimaan negara yang mengandalkan utang di saat kurs rupiah melemah. 

Hal itu, terlihat dari tekanan di pasar obligasi, yang terus terjadi dan membuat imbal hasil (yield) naik, terutama pada Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun.

Investor juga melanjutkan tekanan jual di pasar saham, hingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas lebih dari 3% pada sesi I perdagangan hari ini.

Selain itu, investor juga meragukan kondisi ekonomi makro Indonesia, seiring indeks keyakinan konsumen (IKK), dan data penjualan ritel, yang tidak sejalan dengan pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 sebesar 5,61%.

Dengan berbagai sentimen negatif dari dalam dan luar negeri, nilai tukar rupiah hari ini diprediksi bergerak melemah di kisaran level Rp17.590 per dolar AS hingga Rp17.700 per dolar AS. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Investor Khawatir Kenaikan Inflasi di AS

BRIEF.ID – Kalangan investor institusional semakin khawatir terhadap risiko...

Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2.764.000 per Gram Terseret Lonjakan Harga Minyak Dunia

BRIEF.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...

Kapitalisasi Pasar Nvidia US$ 5,7 Triliun, Lampaui PDB Jerman

BRIEF.ID –  Kapitalisasi pasar Nvidia berhasil menembus angka US$...

Piala Dunia 2026, Perusahaan Milik Ronaldo Operasikan Layanan Streaming Gratis

BRIEF.ID – Bintang sepakbola dunia, Cristiano Ronaldo  telah mengambil...