BRIEF.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Iran bahwa “waktu terus berjalan” dan “waktu sangat penting.” Israel dan AS melakukan persiapan militer untuk melanjutkan serangan terkoordinasi terhadap Iran, paling cepat pekan depan, demikian diberitakan The Times of Israel mengutip pernyataan pejabat Timur Tengah dan AS, pada Sabtu (16/5/2026).
“Bagi Iran, waktu terus berjalan, dan mereka sebaiknya segera bergerak, CEPAT, atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka. WAKTU SANGAT PENTING! Presiden DJT,” demikian bunyi unggahan Trump.
Trump diperkirakan akan bertemu tim keamanan nasional utamanya di Ruang Situasi, pada Selasa (19/5/2026), menurut laporan Axios, mengutip dua pejabat AS. Ia juga telah bertemu anggota tim itu di klub golfnya di Virginia, pada Sabtu (16/5/2026), lapor situs berita itu.
Sementara itu, serangan pesawat tak berawak memicu kebakaran di pembangkit listrik tenaga nuklir Barakah di Persatuan Emirat Arab (PEA), pada Minggu (17/5/2026) setelah generator listrik di luar perimeter dalam fasilitas itu terkena serangan, sehingga menimbulkan kekhawatiran baru tentang kerentanan infrastruktur energi regional yang penting.
Kementerian Luar Negeri PEA (MOFA) mengatakan pesawat tak berawak tersebut memasuki wilayah negara itu dari arah perbatasan barat, tetapi mengatakan serangan itu tidak menyebabkan cedera atau dampak apa pun pada tingkat keamanan radiasi. Kementerian mengutuk serangan itu dan mengatakan bahwa mereka “tidak akan mentolerir ancaman apa pun terhadap keamanan dan kedaulatannya dalam keadaan apa pun.”
Selain itu, pada Minggu (17/5/2026), Kantor Berita Fars Iran melaporkan bahwa Washington telah mengajukan lima syarat utama kepada Teheran sebagai tanggapan atas proposal negosiasi Iran, termasuk tidak adanya pembayaran AS untuk kerusakan perang, transfer 400 kilogram uranium yang diperkaya tinggi ke AS, batasan yang hanya mengizinkan satu fasilitas nuklir Iran yang aktif, tidak adanya pelepasan aset Iran yang dibekukan, dan penghentian total perang di semua lini. Kantor berita itu tidak menyebutkan sumber informasi ini.
Eskalasi strategis ini menyusul kebuntuan diplomatik dalam negosiasi yang dimediasi Pakistan dan didukung Tiongkok, yang gagal karena perselisihan teknis mengenai program nuklir bawah tanah Teheran dan kendali maritim jangka panjang atas jalur strategis Selat Hormuz.
Rencana kontingensi operasional yang dipresentasikan oleh pejabat pertahanan AS kepada Trump menguraikan beberapa skenario intervensi yang parah.
Opsi yang sedang dipertimbangkan, termasuk kampanye pengeboman udara yang diintensifkan secara signifikan yang menargetkan struktur komando militer Iran dan infrastruktur dasarnya.
Rencana itu juga mencakup perebutan taktis Pulau Kharg, pusat ekspor minyak mentah utama Iran di Teluk Persia, dan pengerahan pasukan komando darat ke daratan Iran untuk diperkaya yang terkubur di bawah fasilitas nuklir yang sebelumnya telah diserang.
Para ahli strategi militer mencatat bahwa misi ekstraksi di daratan akan membutuhkan ribuan pasukan pendukung untuk mempertahankan perimeter pertahanan dan dapat mengakibatkan korban jiwa di medan pertempuran darat. (nov)


