Tiongkok – AS Sepakat Membentuk Dewan Perdagangan dan Investasi

BRIEF.ID – Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Amerika Serikat (AS)  sepakat untuk mengurangi tarif pada barang-barang tertentu, pada pertemuan Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump di Beijing, Tiongkok, 13-15 Mei 2026.

Kedua pemimpin juga sepakat  membentuk dewan perdagangan dan investasi untuk membahas isu-isu seperti pengurangan tarif, dan “pada prinsipnya telah sepakat untuk mengurangi tarif pada produk-produk dengan ukuran yang sama yang menjadi perhatian masing-masing negara,” kata demikian pernyataan tertulis Kementerian Perdagangan Tiongkok, dikutip dari Investing.com, Minggu (17/5/2026).

Disebutkan, Tiongkok dan AS akan berupaya memperluas perdagangan dua arah dalam produk pertanian melalui “pengurangan tarif bersama pada sejumlah produk tertentu.” Belum jelas produk apa saja yang dimaksud.

Selain itu, kedua negara juga akan berupaya mengatasi “hambatan dan masalah akses pasar” non-tarif yang terkait dengan barang-barang pertanian, kata kementerian perdagangan.

Tiongkok dan AS juga mencapai kesepakatan tentang pembelian pesawat terbang Amerika dan jaminan AS untuk memasok mesin dan suku cadang pesawat terbang ke Beijing, kata Kementerian Perdagangan.

Pernyataan Tiongkok itu menunjukkan bahwa kedua negara masih membahas hasil pertemuan kedua pemimpin.

Trump dan Xi bertemu di tengah hubungan yang tegang antara dua ekonomi terbesar di dunia, khususnya setelah perang dagang yang sengit pada tahun 2025. Kedua negara juga tetap berselisih mengenai pembatasan ekspor AS terhadap chip kecerdasan buatan ke Tiongkok.

Tiongkok telah menandai Taiwan sebagai titik fokus utama pembicaraan, memperingatkan bahwa penanganan yang salah terhadap situasi tersebut dapat memicu konflik dengan Amerika Serikat.

Trump, hanya beberapa jam setelah pertemuannya dengan Xi pada hari Jumat, memperingatkan Taiwan agar tidak mendeklarasikan kemerdekaan dari Tiongkok dalam sebuah wawancara di Fox News. Tiongkok telah lama mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, dan  mengkritik pasokan senjata Washington ke Taipei. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Rupiah Menguat Uji Level Rp17.800 per Dolar AS, Sinyal Kepercayaan Asing Mulai Pulih

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah menguat dan menguji...

Startup Robotik Tiongkok EngineAI Ajukan IPO di  Bursa Hong Kong  

BRIEF.ID – Startup robotik asal Tiongkok, EngineAI mengajukan permohonan...

Bursa Asia Menggeliat, Saham Teknologi Naik Tajam

BRIEF.ID – Saham-saham yang diperdagangkan di bursa Asia naik...

HUMI Perkuat Fondasi Pertumbuhan dan Diversifikasi Usaha

BRIEF.ID – PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI), anak...